“Rasanya sungguh berat mengakhiri proyek ini. Tapi kami sadar, ini saatnya mengikhlaskan dan memberi ruang pada format baru. Buku akan jadi medium perpanjangan cerita kita,” ujar Sakkir, pembawa acara yang menjadi wajah familiar dalam setiap episode Malam Bercerita.
Dengan langkah pasti, Rumah Buku menutup satu bab dan membuka kemungkinan baru. Dalam jejak digitalnya, Malam Bercerita bukan hanya sebuah program daring, melainkan perlawanan sunyi yang mengangkat cerita lokal dari lorong-lorong yang sering luput dari narasi arus utama. “Terima kasih dan sampai jumpa di Sekolah Anak Desa,” tutup Sakkir.












