Sementara itu, Rasmi Safitri, S.Hum, Direktur Penerbit CV Subaltern Inti Media, berharap MoU ini akan mendorong Takalar sebagai kabupaten literasi, sebagaimana pengalaman mereka sebelumnya di Maros. Peran Subaltern nantinya akan memfasilitasi penerbitan buku-buku yang ditulis berkaitan dengan program-program Pannyaleori Institut.
“Kami punya pengalaman mengembangkan program literasi dan membantu penerbitan di Maros, semoga juga berdampak positif di Takalar,” jelas Rasmi.
Diskusi buku yang digelar Pannyaleori Institut, menghadirkan Prof Dr Sukardi Weda, Guru Besar UNM dan salah satu calon Rektor Unhas, Rusdin Tompo, editor dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan, Abdul Jalil Mattewakkang, S.Pd, MH, MM, tokoh literasi Takalar, dan Rosita Desriani, staf FBS UNM dan pegiat literasi dari SATUPENA.
Sejumlah kalangan tampak hadir, mulai dari anggota DPRD Kabupaten Takalar, tokoh masyarakat Moncongkomba yang sudah berkiprah secara nasional, juga aparat Desa Moncongkomba. Penulis, pegiat literasi, jurnalis, dan budayawan juga hadir. (*)












