“Ayah……….. aku mencintai Aldi aku ingin tetap bersamanya,” kata Rini mencoba membujuk ayahnya.
“Rini……….. kau pulang ke rumah atau kau kehilangan ayah dan Ibumu,” Suara ayahnya lagi lagi seakan memecah kepalanya.
Rini dihadapkan pada pilihan yang tak sanggup ia memilihnya. Rini hanya duduk lesu, sementara Ibunya mengemasi barang-barang Rini dan Fatiah. Mereka meninggalkan rumah menuju rumah orangtuanya dengan membawa pakaian dan barang seperlunya.
Rini hanya mampu mengirim pesan singkat untuk suaminya “ Yankkkk.. ayah dan ibu menjemputku, apa yang terjadi denganmu Yankkkk,,,,,,,,,, Aku tetap menyayangimu aku tetap mencintaimu selamanya.”
Sepanjang jalan Rini hanya mendesir dan merintih dalam hati “ Ya Tuhan cukup Aku dan Engkau yang tahu akan hidupku yang sesungguhnya, Tuhan Jangan tinggalkan Aku, inikah ujian untuk cinta dan hidupku, beri Aku ketenangan dan yang terbaik di- sisi-Mu Tuhan……….Hidupku, jiwaku dalam genggaman-Mu- sayangi Aku Tuhan…………sesungguhnya engkaulah pemilik cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya.”












