Buku Berjudul ” Serat Panji Pudhak Lelana ” Karya Naufal Anggito Yudhistira dan Proses Kreatifnya

Serat panji pudhak lelana
Naufal Anggito Yudhistira bersama para penari usai pementasan eksperimental reaktualisasi tari Bedhaya Gandrungmanis sebagai rangkaian proses penelitian disertasi untuk program doktoral ilmu susastra FIB UI berlangsung di Gedung Serbaguna Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Minggu 26 Oktober 2025.(Foto : Lasman Simanjuntak)

Penelitian yang diangkat terkait dengan tari Bedhaya Gandrungmanis, salah satu karya tari gubahan Pakubuwana VIII yang mengambil cerita Panji Jayakusuma.

Panji yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya itu tentu sangat berkesan bagi Naufal Anggito Yudhistira. Ada satu kalimat penting dari Bapak Karsono H Saputra yang amat membekas bagi Naufal Anggito Yudhistira.

Beliau berkata, kalau Panji jadi warisan budaya dunia, lalu apa yang diwarisi Indonesia?” Kalimat ini sungguh berkesan, sebab pengakuan Panji sebagai warisan budaya dunia tentu perlu ditanggapi dengan amat bijak.

“Panji sebagai warisan budaya Indonesia, harusnya tidak hanya selesai dalam gelaran-gelaran seremoni saja, namun perlu untuk dikembangkan. Tentu pengembangan itu mengikuti cara yang berbeda-beda bagi tiap pegiatnya,” pungkasnya.(***)

Kontributor : Lasman Simanjuntak

 

BACA JUGA:  Mengeja Ujar Batin Syahriar Tato dalam Episodenya Mengejar Tapak Allah