Garassi dan Cerita Tentang Tumanurung

Kami melintas di atas jembatan yang sangat kokoh dibangun oleh Proyek JICA, sekira akhir 1980an.

Tak terasa kami sudah sampai di rumah Dg Ilang, sang Kepala Lingkungan. Ternyata hajatannya sudah dilaksanakan tiga hari lalu. Namun masih ada tanda-tanda dan susana pesta perkawinan.

Bisa dilihat dari Landang Pannyambungi, yakni tambahan bagian badan rumah yang digunakan menerima tamu. Juga masih terpasang gapura Lasugi yang berdiri kokoh .

Kami disambut oleh tuan rumah dengan ramah dan akrab. Beberapa orang tampak baru saja bergotong-royong membersihkan sebagian tempat yang digunakan untuk pesta tersebut.

Kami disuguhi jamuan istimewa. Tuan rumah menemani kami bersantap siang sambil bercerita tentang acaranya yang dihadiri banyak orang, baik keluarga maupun kolega, dari Makassar, Maros, Selayar dan beberapa daerah lainnya.

Tetamu dari kalangan pemerintah kecamatan, kepala desa dan kelurahan yang ada di wilayah Tinggimoncong juga hadir. Pasangan suami istri yang punya hajatan ini mengaku sangat bersyukur atas kelancaran acaranya.

Selesai bersantap siang, saya bergeser ke teras depan menemui dan menyapa tokoh adat yang hadir, saat itu. Ditemani kopi hitam dan serutan gula aren menambah asyik obrolan kami. Mereka yang hadir hampir semua saya kenal dekat.

BACA JUGA:  Menelusuri Jejak Budaya di Museum Kota Makassar