Fitur ini dilengkapi tombol Call-to-Action yang terhubung langsung ke WhatsApp penjual, sehingga memudahkan calon pembeli dari luar desa bertransaksi langsung dengan warga.
Selain sektor ekonomi, website ini juga mengedepankan aspek transparansi dan pelayanan publik. Terdapat menu yang memuat Struktur Organisasi Pemerintah Desa secara interaktif, serta visualisasi data Transparansi APBDes yang disajikan dalam bentuk tabel yang mudah dipahami. Hal ini bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa.
”Target kami adalah membangun branding Desa Rompegading yang maju dan transparan. Warga kini juga bisa mengunduh informasi persyaratan administrasi dari rumah, dan melihat peta lokasi kantor desa yang akurat melalui integrasi Google Maps yang telah kami perbaiki,” tambahnya.
Antusiasme perangkat desa terlihat saat Rifki menunjukkan bahwa website tersebut responsif, artinya tampilannya tetap rapi dan menarik baik saat dibuka melalui laptop maupun smartphone.
Demi menjamin keberlanjutan program (sustainability), Tim KKN Unhas tidak hanya menyerahkan sistem, tetapi memberikan buku panduan teknis pengelolaan website kepada operator desa.
Ke depannya, stiker QR Code akan dipasang di area kantor desa dan titik strategis lainnya untuk memudahkan masyarakat mengakses situs tersebut.
Langkah digitalisasi ini diharapkan menjadi pondasi awal bagi Desa Rompegading untuk bertransformasi menjadi desa digital yang mandiri, kompetitif, dan dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Maros.












