“Triple helix model yang kami terapkan dalam program ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri. Dengan demikian, kita bisa menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan kompetensi digital,” jelas Yusuf.
Aktivitas dalam program VSGA mencakup beberapa komponen penting seperti Self-paced Learning, di mana peserta belajar secara mandiri melalui platform digital.
Pertemuan kelas juga menjadi bagian integral, baik secara tatap muka maupun melalui live session webinar. Peserta juga akan mengikuti Hands-on Labs, mengerjakan proyek secara mandiri atau berkelompok, dan menjalani evaluasi melalui kuis, ujian, atau proyek akhir.
“Program ini didesain untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan praktis. Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan mereka dalam proyek nyata,” ungkap Yusuf.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti proses sertifikasi yang menentukan kelulusan mereka. Bagi mereka yang memenuhi kriteria, sertifikasi ini menjadi pengakuan resmi atas kompetensi yang telah mereka capai.
Selain itu, ada pelatihan tambahan pengembangan soft skills yang akan membantu mereka dalam beradaptasi dan berkomunikasi dengan lebih efektif di tempat kerja.
Pelaksanaan program VSGA di Majene ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas dan mendukung pengembangan SDM di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi pengurangan kesenjangan digital dan peningkatan produktivitas tenaga kerja muda.
“Kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak lulusan pendidikan vokasi yang bisa merasakan manfaatnya.
Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia yang lebih digital dan maju,” tutup Yusuf.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, program VSGA diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju era digital yang lebih maju dan inklusif.
———-
Laporan : Ahmad Robbani BTKR.












