Prof. Drs. H.Hamdan Juhanis, M.A.: Ph.D: Guru Besar Pengetahuan vs Guru Besar Kebijaksanaan

Kata Hamdan Junanis, di ujung-ujung yang patah itu ada kita dapat ‘belajar’. Dia mengambil alat peraut pensil (pakoro, bahasa daerah). Akhirnya, saya memiliki tiga ujung yang bisa dipakai untuk menuliskan kehidupan yang tadinya sudah patah.

Kita semua malakukan ini karena waktu kecil pernah menulis menggunakan pensil. Dan, sama, kita menghapusnya begitu mudah. Makanya, ketika masih kecil itu hidup itu terasa indah. Mengapa kesalahan-kesalahan itu begitu mudah terhapus. Kesalahan yang kita buat saat menjadi dewasa adalah menulis memakai pulpen, sehingga jika tulisan itu salah, tidak bisa terhapus.

“Maka kepada ketiga guru besar ini mari kita kembali menulis dengan pensil,” ajak Prof.Hamdan Juhanis, terdengar bercanda disahuti teouk tangan yang hadir, namun secara filosofis memiliki makna terdalam. (mda).

BACA JUGA:  Perkuat Daya Saing Akademik, STIE AMKOP Akan Buka Magister Bisnis Digital pada 2026