Sebanyak 147 mahasiswa diterjunkan, dengan 140 mahasiswa ditempatkan di 16 desa dan kelurahan di Kecamatan Sabbang dan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Sedangkan tujuh mahasiswa lainnya melaksanakan KKN di Kelurahan Kapasa, Makassar.
Mahasiswa dilepas pada 6 Januari 2026 dan ditarik kembali ke kampus pada 11 Februari 2026.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa diwajibkan menghasilkan produk berbasis potensi daerah serta melakukan promosi dan sosialisasi kampus ke SMA/SMK negeri dan swasta.
“Semua program kerja terlaksana sesuai rencana dan target sejak awal,” jelasnya.
Berbagai produk unggulan berbasis potensi lokal berhasil dihasilkan mahasiswa di Luwu Utara, di antaranya kerupuk durian, madu trigona, minyak kelapa, pupuk organik cair, hingga aneka olahan daun kelor dan kerajinan batok kelapa.
Rektor berharap produk-produk tersebut tidak berhenti pada tahap pameran, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan dan dipasarkan melalui media sosial agar memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Luwu Utara.
Turut hadir pada acara itu, Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, M.T., Wakil Rektor II Dr. Sita Sabandar, M.M., Wakil Rektor IV Prof. Liberthin Palullungan, S.H., M.H., dan Sekretaris Universitas Dr. Ir. Corvis L. Rantererung, M.T., serta para dekan dan dosen pembimbing KKN Tematik 2026. ***












