NusantaraInsight, Maros –– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Desa Benteng, Kecamatan Camba, Gelombang 115 melaksanakan program kerja bertajuk PESTIPAYA: Pestisida Nabati Daun Pepaya dan Branding Produk Lokal sebagai bentuk inovasi pemberdayaan masyarakat desa yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan PESTIPAYA berfokus pada pemanfaatan daun pepaya sebagai bahan dasar pestisida nabati yang ramah lingkungan, mudah dibuat, serta aman digunakan oleh petani.
Melalui pelatihan dan praktik langsung, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara pembuatan pestisida nabati yang efektif untuk mengendalikan hama tanaman tanpa ketergantungan pada pestisida kimia.
Inovasi ini diharapkan mampu menekan biaya produksi pertanian sekaligus menjaga kesehatan lingkungan dan hasil panen.
Selain pengembangan pestisida nabati, mahasiswa KKN juga melakukan pendampingan dalam penguatan branding produk lokal Desa Benteng.
Kegiatan ini mencakup edukasi terkait pentingnya kemasan yang menarik, identitas produk, serta strategi pemasaran sederhana agar produk hasil pertanian dan olahan masyarakat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar.
Rifaldi Ramadan selaku penanggung jawab program PESTIPAYA menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai solusi praktis dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
“Kami ingin mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus mendorong produk lokal agar memiliki daya saing melalui penguatan kemasan dan identitas produk. Harapannya, manfaat program ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Desa Benteng menyambut positif pelaksanaan program PESTIPAYA. Asdar selaku Kepala Dusun Lappatalle mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai program ini relevan dengan kebutuhan petani dan pelaku usaha lokal.
“Program ini memberikan pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat juga mulai memahami pentingnya pengemasan dan pemasaran produk,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan program PESTIPAYA, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Desa Benteng berharap inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti hanya pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.
Pemanfaatan pestisida nabati dari daun pepaya diharapkan menjadi langkah awal menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimia yang berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.












