NusantaraInsight, Makassar — Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi melaksanakan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Magang di UPT Museum Kota Makassar pada hari ini, Senin, 5 Januari 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program magang yang bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam pengelolaan, pelestarian, dan pengembangan kebudayaan daerah, khususnya yang berkaitan dengan museum dan warisan budaya Kota Makassar.
Melalui program ini, diharapkan mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan akademik secara langsung di lapangan serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga kebudayaan.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa magang disambut dan diterima secara resmi oleh pihak UPT Museum Kota Makassar, Dinas Kebudayaan Kota Makassar, yang diwakili oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian, Suwaeda Andi Wawo, S.A.P., M.Si., beserta jajaran staf.
Dalam sambutan hangatnya, Suwaeda Andi Wawo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak museum sebagai mitra pelaksanaan magang, seraya berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi energi baru dalam upaya pelestarian dan penguatan nilai-nilai budaya lokal, sekaligus menjadi ruang belajar yang bermakna bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat khazanah sejarah dan budaya Kota Makassar.
Sementara itu, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum, selaku Dosen Pendamping Magang Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, menuturkan bahwa museum merupakan ruang hidup tempat ingatan kolektif dan nilai-nilai budaya dirawat dan diwariskan lintas generasi.
Ia memandang kegiatan magang ini sebagai perjumpaan bermakna antara pengetahuan akademik dan praktik kebudayaan di lapangan, di mana mahasiswa tidak hanya belajar membaca artefak, tetapi juga menafsirkan sejarah, merawat makna, dan menyuarakan kembali kebijaksanaan lokal.
Melalui kerja sama ini, ia berharap tumbuh kesadaran kultural yang lebih mendalam pada diri mahasiswa, sekaligus terjalin sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan dalam menjaga denyut warisan budaya Kota Makassar agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Mewakili seluruh peserta magang, Aqzar Qadri Rusdi selaku Koordinator menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penerimaan serta kepercayaan yang diberikan oleh pihak UPT Museum Kota Makassar.
Ia mengungkapkan bahwa kesempatan magang ini merupakan ruang belajar yang berharga untuk menyelami kebudayaan tidak hanya sebagai objek kajian, tetapi sebagai napas kehidupan yang menyimpan jejak sejarah, nilai, dan identitas masyarakat.












