NusantaraInsight, Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja penerapan konsep 5S di Perpustakaan Desa Mattirotasi, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penataan dan peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan desa agar lebih tertib, bersih, dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Program 5S yang diterapkan meliputi Seiri (pemilahan), Seiton (penataan), Seiso (pembersihan), Seiketsu (standarisasi), dan Shitsuke (pembiasaan).
Pelaksanaan program difokuskan pada pengelompokan koleksi buku, penataan rak, pemberian label, serta pembersihan area perpustakaan untuk menciptakan lingkungan membaca yang lebih nyaman.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan penataan ulang buku berdasarkan kategori yang telah ditentukan serta menyusun standar sederhana sebagai pedoman pengelolaan perpustakaan.
Standar tersebut disiapkan agar kondisi perpustakaan dapat tetap terjaga meskipun kegiatan KKN telah selesai.
Mahasiswa KKN Desa Mattirotasi, Natasya Sharanova Sitorus selaku pelaksana program menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
“Melalui program 5S ini, saya menyusun standar penataan sebagai panduan sederhana agar pengelolaan perpustakaan dapat terus dilanjutkan oleh pihak desa secara mandiri” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan program menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Pelaksanaan program kerja ini berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari pihak desa.
Dengan adanya penerapan konsep 5S, Perpustakaan Desa Mattirotasi diharapkan dapat berfungsi secara lebih optimal sebagai sarana literasi bagi masyarakat.












