Munafri Tegas soal Zonasi SPMB 2026: Jangan Pindah KK, Hadirkan Pemerataan

Orang tua kini dapat memantau proses secara langsung, sehingga tidak ada lagi ruang untuk praktik manipulasi.

Munafri menekankan bahwa transparansi menjadi kunci utama dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Ia juga menyoroti bahwa selama ini, keluhan masyarakat lebih banyak ditujukan ke pemerintah kota, bukan ke pihak sekolah.

“Makanya sistem ini harus terbuka. Supaya semua bisa melihat dan tanggung jawab tidak hanya di satu pihak,” terangnya.

Adapun jadwal pelaksanaan SPMB 2026 dimulai dari simulasi pendaftaran pada 12–14 Mei 2026 untuk seluruh jenjang. Selanjutnya, pendaftaran jalur non domisili dibuka pada 2–4 Juni, dengan pengumuman hasil pada 5 Juni dan tahap daftar ulang pada 6–8 Juni.

Sementara jalur domisili akan dibuka pada 9–13 Juni, dengan pengumuman pada 14 Juni dan proses daftar ulang pada 15–17 Juni 2026.

Dengan sistem yang lebih terbuka dan terintegrasi, Munafri optimistis pelaksanaan SPMB 2026 akan berjalan lebih bersih dan akuntabel.

Dia memastikan, kehadiran Lontara+ bukan sekadar inovasi digital, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat.

BACA JUGA:  Akan Bentuk Ekosistem Riset, Dafi School, ICMI Sulsel dan K-Apel Siap Kolaborasi

“Kalau sistemnya transparan, semua bisa mengawasi. Itu yang kita mau, supaya tidak ada lagi ruang untuk permainan,” pungkasnya. (*)