Mahasiswa UINAM Wawancara Bersama Yayasan Sedekah Booster Indonesia: Terapkan Transparansi dalam Pengelolaan Dana Donasi

“Secara umum prosesnya adalah: dana masuk, pencatatan, pengelompokan berdasarkan peruntukan, penyusunan kebutuhan atau RAB, penggunaan dana, penyaluran, dokumentasi, dan laporan pertanggungjawaban,” jelas tim SBI.

Laporan Disampaikan melalui Media Sosial

Sebagai bentuk keterbukaan, SBI secara rutin menyampaikan informasi penggunaan dana melalui media sosial, WhatsApp, grup relawan, dan grup donatur. Informasi tersebut mencakup total dana yang terkumpul, penggunaan dana, kegiatan yang dilaksanakan, jumlah penerima manfaat, dokumentasi penyaluran, serta saldo dana yang belum digunakan.

“Kami secara rutin membuat dan mengunggah flyer laporan yang memuat informasi mengenai total dana yang terkumpul, penggunaan dana, serta bentuk penyaluran yang telah dilakukan,” ungkap perwakilan SBI.

Selain melalui flyer, yayasan juga menyusun LPJ dalam bentuk dokumen yang dilengkapi rincian kegiatan, nota pengeluaran, dokumentasi penyaluran, serta data jumlah penerima manfaat.

Koordinasi Menjadi Tantangan

Meskipun telah menerapkan sistem pencatatan dan pelaporan, SBI mengakui masih menghadapi tantangan dalam menjaga ketertiban dokumentasi seiring meningkatnya jumlah kegiatan dan transaksi.

“Tantangan terbesar adalah menjaga agar proses pencatatan, dokumentasi, dan pelaporan tetap tertib seiring dengan semakin banyaknya kegiatan dan transaksi yang dilakukan,” akui pengurus SBI.

BACA JUGA:  Dari Limbah Jadi Cahaya, Mahasiswa Unhas Hadirkan Solusi Kreatif di Kelurahan Billokka

Untuk mengatasi tantangan tersebut, koordinasi antara manajemen, pengurus, tim keuangan, dan tim lapangan terus diperkuat agar setiap dana yang masuk dan keluar dapat tercatat serta dipertanggungjawabkan dengan baik.

Menjaga Kepercayaan Donatur

SBI berupaya menjaga kepercayaan donatur melalui komunikasi terbuka, pencatatan tertib, dokumentasi penyaluran, serta kesediaan memberikan penjelasan mengenai anggaran dan penggunaan dana.

“Kami tidak menutup informasi mengenai pengelolaan dana dan siap memberikan penjelasan secara terbuka sesuai dengan data dan pencatatan yang dimiliki,” tegas pengurus SBI.

Melalui penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, Yayasan Sedekah Booster Indonesia berharap dapat menjalankan program sosial secara berkelanjutan sekaligus mempertahankan kepercayaan donatur dan masyarakat.