Mahasiswa KKNT Unhas Buat POC Sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

NusantaraInsight, Sidrap — Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja unggulan kelompok berupa Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Mattirotasi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Kantor Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagai upaya memberikan solusi pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan dan bernilai guna bagi masyarakat.

Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2026 dan melibatkan mahasiswa KKN bersama masyarakat Desa Mattirotasi. POC (Pupuk Organik Cair) merupakan pupuk hasil fermentasi bahan organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur lainnya dengan bantuan mikroorganisme.

Pembuatan POC dipilih sebagai alternatif pengolahan limbah organik karena mampu mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi tanaman.

Selain itu, proses pembuatannya relatif sederhana, berbiaya terjangkau, dan mudah diterapkan oleh masyarakat desa.

Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh kondisi pengelolaan limbah organik di Desa Mattirotasi yang masih belum optimal.

Limbah organik rumah tangga seperti sisa makanan dan sayuran masih banyak dibuang langsung atau dibakar bersama sampah lainnya.

BACA JUGA:  Ketua Panitia Kunjungi Pemondokan dan Venue Porseni PGRI

Kondisi tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, serta pemborosan potensi bahan organik yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan.

Mahasiswa KKN mengatakan bahwa diperlukan solusi pengolahan limbah organik yang sederhana, aman, dan memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Tujuan dari pelaksanaan program kerja ini adalah untuk memperkenalkan pembuatan POC sebagai salah satu metode pengolahan limbah organik rumah tangga.

Manfaat yang diharapkan antara lain mengurangi jumlah limbah organik, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta menyediakan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan maupun pertanian skala kecil.

Metode pelaksanaan program dilakukan melalui sosialisasi dan praktik langsung pembuatan POC bersama masyarakat.

Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai bahan dan alat yang digunakan, dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatan POC secara sederhana.

Selain itu, masyarakat diberikan penjelasan mengenai proses fermentasi, penyaringan, serta cara penggunaan POC pada tanaman agar dapat diterapkan secara mandiri di rumah masing-masing.

Mahasiswa KKN mengatakan bahwa metode praktik langsung dipilih agar masyarakat lebih mudah memahami dan mampu mengaplikasikan pembuatan POC secara berkelanjutan.