Mahasiswa KKN Unhas Terapkan Teknologi NDWI di Desa Borikamase Maros

NusantaraInsight, Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa penyusunan peta potensi air tanah di Desa Borikamase, Kabupaten Maros, pada Jumat (06/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi akademik dalam mendukung perencanaan pembangunan desa berbasis data dan teknologi.

Program yang berjudul “Pemetaan Potensi Air Tanah Berbasis Metode Normalized Difference Water Index (NDWI) Menggunakan Data Citra Landsat-8 sebagai Dasar Perencanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Berkelanjutan di Desa Borikamase” ini bertujuan menyediakan informasi spasial yang akurat terkait potensi ketersediaan air tanah.

Pemetaan dilakukan sebagai langkah strategis untuk mendukung perencanaan pembangunan sarana air bersih yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengolah data citra satelit Landsat-8 dengan menerapkan metode NDWI guna mengidentifikasi wilayah yang memiliki indikasi kandungan air permukaan maupun tingkat kelembapan lahan yang relatif tinggi.

Data tersebut kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk peta tematik yang sistematis serta mudah dipahami oleh pemerintah desa dan masyarakat.

BACA JUGA:  Cegah Stunting, Politeknik Sandi Karsa Gelar PKM Homecare Komunitas di Barombong

Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa peta potensi air tanah berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis spasial, khususnya dalam pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah pedesaan dan daerah rawan air. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya peta ini, perencanaan sistem air bersih dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan, sehingga pemanfaatan air tanah tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga tetap menjaga ketersediaannya bagi generasi mendatang,” Jelasnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Borikamase serta partisipasi masyarakat setempat melalui penyediaan informasi lapangan sebagai data pendukung. Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi dokumen rujukan dalam menentukan lokasi prioritas pembangunan sarana air bersih melalui program PAMSIMAS secara berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN 115 Universitas Hasanuddin menunjukkan peran aktif dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat desa, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air yang efektif, terencana, dan berkelanjutan.