NusantaraInsight, Maros — Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pemetaan potensi rawan genangan air dan banjir yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 115 Tematik Infrastruktur pada Senin, 9 Februari 2026.
Kegiatan ini dikoordinatori oleh Israfil Lail Bactiar, mahasiswa Jurusan Teknik Geologi, selaku koordinator kegiatan, sebagai upaya mendukung mitigasi bencana berbasis data spasial di tingkat desa.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi riil Desa Borikamase yang kerap mengalami genangan air saat curah hujan tinggi, khususnya di wilayah dataran rendah dan kawasan permukiman.
Keterbatasan data spasial yang akurat mengenai sebaran wilayah rawan genangan menyebabkan perencanaan penanganan banjir belum dapat dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, mahasiswa KKN berinisiatif menyusun peta potensi rawan genangan air sebagai dasar perencanaan pembangunan desa dan pengurangan risiko bencana.
Proses pemetaan diawali dengan observasi lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik genangan, kondisi topografi, pola aliran permukaan, serta kondisi sistem drainase.
Data hasil survei kemudian dikombinasikan dengan data sekunder dari InaRISK BNPB dan diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Melalui analisis spasial, dihasilkan peta tematik yang mengklasifikasikan tingkat kerawanan genangan air ke dalam tiga kategori, yaitu rendah, sedang dan tinggi.
Koordinator kegiatan, Israfil Lail Bactiar, menyampaikan bahwa peta ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan infrastruktur, khususnya sistem drainase, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi banjir.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu kebumian dan teknologi pemetaan dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.
Pemerintah Desa Borikamase, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Aswing, S.Pd.I, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pemetaan tersebut.
Apresiasi ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses pengambilan data di lapangan hingga penyusunan peta akhir.
Diharapkan, hasil pemetaan ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan desa, pengelolaan lingkungan, serta upaya mitigasi bencana, sehingga mampu mengurangi risiko kerugian sosial, ekonomi, dan lingkungan akibat genangan air dan banjir di Desa Borikamase.












