Selain pelatihan SketchUp, mahasiswa KKN juga melaksanakan berbagai program pengabdian masyarakat lainnya, seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Pelatihan SketchUp ini telah membuka mata kami akan pentingnya teknologi dalam pembangunan desa,” ujar Safaruddin lagi.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di desa. Untuk itu, Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini, terutama mahasiswa KKN Unhas,” tandasnya.
Terpisah, Dosen Pengampu Sumarlin Rengko HR,S.S, M.HUM menyampaikan agar para perangkat desa setelah mengikuti pelatihan, diharapkan dapat terus mengembangkan keterampilan mereka dan menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.
“Semoga kerjasama ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain,” pungkas Sumarlin Rengko.
Mewakili para mahasiswa KKN Unhas, Fadhil Aji kembali berkomitmen untuk memberikan pendampingan berkelanjutan kepada perangkat desa dalam memanfaatkan SketchUp.
“Software is eating the world.” – Marc Andreessen. Kutipan ini menggambarkan bagaimana software semakin mendominasi berbagai aspek kehidupan kita, dari bisnis hingga hiburan. Belajar software berarti ikut serta dalam membentuk masa depan,” tutup Fadhil Aji.












