Mahasiswa KKN Unhas Ajak Siswa Belajar Sains Lewat Es Krim

NusantaraInsight, Maros — Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)-T 115 UNHAS Desa Benteng dalam menghadirkan pembelajaran sains yang lebih dekat dengan dunia anak.

Melalui kegiatan bertajuk “Edukasi Prinsip Termodinamika dan Perpindahan Kalor Melalui Pembuatan Es Krim”, mahasiswa KKN mengajak siswa sekolah dasar belajar konsep panas dan dingin dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 182 Inpres Bentenge pada 15 Januari dan SDN 32 Sumpatu pada 22 Januari, dengan melibatkan siswa kelas III dan IV sebagai peserta utama. Pemilihan metode praktik langsung dilakukan agar siswa dapat memahami konsep sains tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui pengalaman nyata.

Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengikuti proses pembuatan es krim sederhana sambil diperkenalkan pada konsep perubahan suhu dan perpindahan kalor.

Mahasiswa KKN menjelaskan setiap tahapan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga siswa dapat mengaitkan proses yang mereka lihat dengan materi sains yang sedang dipelajari.

BACA JUGA:  Pesantren Modern MBS Ditargetkan Jadi Sekolah Internasional

Aftresia Alif selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap sains sejak dini.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar sains itu menyenangkan dan tidak sulit. Dengan praktik langsung, mereka bisa melihat sendiri bagaimana konsep sains bekerja dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi dan mengikuti setiap proses dengan penuh rasa ingin tahu.

Pendekatan belajar yang interaktif membuat suasana kegiatan terasa lebih hidup dan mendorong siswa untuk berani mencoba serta memahami hal baru.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pembelajaran sains dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi siswa serta membuka wawasan mereka bahwa ilmu pengetahuan dapat dipelajari melalui berbagai cara yang kreatif dan kontekstual.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam penerapan metode pembelajaran yang lebih variatif di sekolah dasar.