Mahasiswa KKN Gelar Penyuluhan Anti-Bullying di Dua SD

NusantaraInsight, Gowa — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin menggelar penyuluhan bertema “Stop Bullying: Sekolah Ramah Anak, Sekolah Tanpa Kekerasan” di dua Sekolah Dasar yang berada di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini berlangsung di SD Inpres Bujjulu pada 26 Juli 2025 dan SD Inpres Bontosunggu pada 30 Juli 2025, sebagai bagian dari program kerja KKN bertema tematik pemberdayaan masyarakat.

Program ini dipandu langsung oleh Andi Muhammad Fitrah dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada 26 Juli 2025 dan 30 Juli 2025 lalu, seperti disampaikan melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya lagi, penyuluhan dilaksanakan dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Menggunakan metode penjelasan bergambar, dan permainan untuk menjelaskan apa itu bullying, bentuk-bentuknya, serta bagaimana cara mencegah dan melaporkannya.
Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan. Mereka belajar mengenali bahwa ejekan, dorongan, atau pengucilan teman adalah bentuk dari bullying, dan diajak untuk menjadi pelindung teman, bukan pelaku atau penonton.

BACA JUGA:  Fisip UIT Adakan PKKMB

Penyuluhan ini bertujuan untuk:
• Meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying,
• Menanamkan nilai empati dan saling menghargai antar teman,
• Mendorong siswa berani bicara dan mencari bantuan jika mengalami pembullyian,

Selama kegiatan berlangsung, banyak siswa yang aktif bercerita tentang pengalaman mereka di sekolah. Sebagian bahkan mengaku pernah menjadi korban atau pelaku tanpa sadar.

Kegiatan ini memberikan ruang refleksi bagi mereka untuk memahami pentingnya menjaga perasaan teman.

Penyuluhan anti-bullying yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di SD Inpres Bujjulu dan SD Inpres Bontosunggu menjadi wujud nyata kontribusi pemuda dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan ramah anak.

Dengan edukasi sejak dini, diharapkan siswa mampu menjadi generasi yang saling menghormati dan bebas dari kekerasan di sekolah.