NusantaraInsight, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan Seminar Hasil Akhir KKN di Desa Tupabbirng, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, sebagai penutup rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang telah berlangsung selama masa penugasan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat, Ibu Sekretaris Camat, Kepala Desa Tupabbirng beserta perangkat desa, Dosen DPK (Dosen Pembimbing KKN), Kepala Sekolah DDI Cambalagi, guru SDN Inpres 132 Lalang Tedong, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan warga desa. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program KKN yang telah berjalan.
Dalam sambutannya, Pak Camat Bontoa menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong inovasi di tingkat desa.
“Mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat. Program yang telah dilaksanakan di Desa Tupabiring diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ungkapnya
Dosen DPK dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kerja keras mahasiswa selama menjalankan program KKN. Ia menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Seminar hasil ini bukan sekadar penutup kegiatan, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban akademik dan sosial mahasiswa kepada masyarakat dan pemerintah setempat,” ujarnya.
Kepala Desa Tupabbirng turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama berada di desa. Ia berharap program-program yang telah dilaksanakan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Koordinator Desa Tim KKN, Hardiansyah Ramadhan, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa seluruh program kerja merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak lepas dari dukungan serta partisipasi aktif warga Desa Tupabiring.
Adapun program kerja yang telah dilaksanakan meliputi sosialisasi literasi digital dan penyuluhan hukum anti-bullying, pengembangan pola pikir kewirausahaan berbasis manajemen SDM dan operasional bagi siswa SMA, edukasi kesehatan dan keselamatan kerja di atas kapal bagi nelayan, serta penguatan literasi perlindungan risiko kerja bagi masyarakat desa.












