LK.Ara, Maestro Seni Sastra Gayo ‘Suara Dari Anak Gunung’ 

LK.Ara
Teks Foto : LK.Ara, Maestro Seni Sastra Gayo dalam usia 88 tahun tetap menulis.Kali ini meluncurkan buku antologi puisinya berjudul "Didong dan Tari Guel dari Gayo Aceh" di PDS.HB.Jassin, TIM, Jakarta, Kamis sore (24/7/2025).(Foto : Lasman Simanjuntak)

Pembacaan Puisi LK.Ara

Acara juga diselingi dengan pembacaan puisi dari buku “Didong dan Tari Guel dari Gayo, Aceh” karya LK.Ara antara lain menghadirkan Ketua Komite Panitia Pelaksana Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) Prof Rahmat Salam yang tampil membacakan puisi bertajuk “ALA: Suara Yang Tak Boleh Padam”.

Rahmat Salam mengaku menerima kiriman puisi itu dari LK Ara melalui WhatsApp sesaat setelah menunaikan tahajud.

“Saya baca berulang-ulang, saya menangis membaca puisi ini,” cerita Rahmat Salam.

Kemudian pembacaan puisi oleh entomusikolog Endo Suanda, Moctavianus Masheka, Swary Utami Dewi, Jose Rizal Manua, Putra Gara dan masih banyak lagi.

“Tahun 1972 saya sudah kenal dengan LK.Ara.Beliau sangat aktif, dan merupakan salah satu tokoh yang memperkenalkan karya sastra di Jakarta kepada anak-anak.muda.LK Ara juga pertama kali menyelenggarakan Fastival Didong .mulai tahun 1970-an dan dilanjutkan pada tahun 1980-an di Taman Ismail Marzuki yang banyak dihadiri selain penonton masyarakat Aceh dan juga masyarakat umum lainnya ” ujar Jose Rizal Manua yang kali ini membacakan karya puisi LK.Ara berjudul “Tanpa Judul”.

BACA JUGA:  Di Unhas, Wamen Stella Christie Sampaikan Pesan Inspiratif kepada Ilmuwan Muda Indonesia - Australia

Acara juga dihadiri sejumlah seniman ,penyair, sastrawan, dan budayawan antara lain Nanang R Supriyatin, Pulo Lasman Simanjuntak, Putra Gara, Giyanto Subagio, Wig SM, dan Nuyang Jaimee.(***)

 

Kontributor : Lasman Simanjuntak