Dia juga mengajak untuk terus menerus menjadikan Lidmi sebagai organisasi yang inklusif dengan masyarakat secara umum dan mahasiswa secara khusus. Lidmi harus mampu ditafsirkan dalam sanubari masyarakat bahwa Lidmi adalah organisasi yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat.
Asrullah menekankan bahwa pengurus Lidmi harus bercita cita setinggi langit dan kerelaan berkorban serta meninggalkan zona nyaman harus ditempuh.
“Wahai kader Lidmi, kekurangan tidak boleh menjadi alasan stagnasi. Merupakan ilham dari Nabi begitupun generasi setelahnya tak ada yang melalui jalur dakwah dari comfort zone, bahkan darah dan nyawa menjadi taruhannya,” tekannya.
Asrullah menambahkan bahwa ruang diskusi harus dibuka lebar dan dibuat mengasikkan.
“Jadikan agama islam ini sebagai ruang diskusi menyasikkan dalam menjawab tantangan. Mari bangun ruang diskusi yang mengasyikkan bagi pemuda, bukan melahirkan ekstrim fundamentalis,”tambahnya.
Terakhir Asrullah berharap bahwa Lidmi harus menampilkan agama islam sebagai problem solve dengan gaya yang berbeda tanpa mengurangi kedekatan dengan Tuhan.
Reporter: Ahmad Rabbani
Editor : Tim LMCnewsroom












