“Melalui kegiatan ini, generasi muda dapat mengeksplorasi khazanah sejarah budaya Tana Luwu, menuliskan dan menyebarkannya, khususnya melalui Media Digital. Dengan begitu, khazanah sejarah budaya Tana Luwu dapat terekspos hingga ke seluruh dunia dan dapat dinikmati masyarakat Dunia,” tambah Idwar.
Penulis novel La Galigo ini menjelaskan, tujuan lain kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda akan pentingnya membangun dan meningkatkan kemampuan literasi dalam membangun bangsa berbasis sejarah dan nilai-nilai budaya lokal menuju Indonesia Emas 2045.
“Termasuk juga memperkenalkan generasi muda akan khazanah sejarah budaya sebagai kekuatan masa lalu untuk kekinian dan masa depan. Mendekatkan generasi muda dengan khazanah sejarah budaya Tana Luwu dengan menuliskannya dalam berbagai bentuk tulisan, baik berita, artikel maupun karya fiksi.”
Yang terpenting juga, ungkap Idwar, kegiatan ini dapat menumbuhkan/membangkitkan imajinasi dan kreativitas generasi muda dalam mengembangkan, menyebarluarkan dan memanfaatkan literasi sejarah budaya sebagai penguat karakter bangsa dan membangkitkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai Ketua Komunitas Sawerigading, Idwar mengharapkan kegiatan yang dilakukan ini bermanfaat, sehingga generasi muda mampu memahami akan pentingnya membangun dan meningkatkan kemampuan literasi dalam membangun bangsa berbasis sejarah dan nilai-nilai budaya lokal menuju Indonesia Emas 2045. Dengan demikian, generasi muda memahami khazanah sejarah budaya, khususnya Tana Luwu, yang dapat menjadi kekuatan masa lalu untuk kekinian dan masa depan.
“Kesadaran, kecintaan dan kepedulian generasi muda terhadap sejarah budaya diharapkan akan tumbuh dan semakin kuat, melalui penulisan ulang dalam berbagai bentuk tulisan, baik berita, artikel maupun karya fiksi. Hal ini akan memunculkan ide-ide kreatif dalam dalam mengembangkan, menyebarluaskan dan memanfaatkan literasi sejarah budaya sebagai penguat karakter bangsa dan membangkitkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Idwar yang selama ini dikenal sebagai pioner dalam pegembangan literasi sejarah budaya di Sulawesi Selatan.












