Kompak, 21 Cabang PGRI Toraja Utara Terima Distribusi Majalah Suara PGRI

NusantaraInsight, Rantepao – Rapat pembentukan panitia Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Kabupaten Sidrap untuk kontingen Toraja Utara yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2026, di Aula Gedung PGRI Toraja Utara, dirangkaikan dengan pendistribusian Majalah Suara PGRI ke 21 cabang PGRI se-Toraja Utara.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus PGRI Toraja Utara dalam memperkuat koordinasi organisasi sekaligus memastikan informasi terbaru dari tingkat provinsi dapat diterima secara merata oleh seluruh jajaran cabang.

Ketua PGRI Toraja Utara, Efraim T. Allositandi, S.Pd., M.M., kepada media, Jumat (27/2/2026), menegaskan bahwa kehadiran Majalah Suara PGRI bukan sekadar media cetak biasa, tetapi menjadi instrumen strategis dalam membangun komunikasi internal organisasi.

“Majalah Suara PGRI ini menjadi wadah penyambung informasi antara pengurus provinsi, kabupaten, hingga cabang dan ranting. Melalui media ini, seluruh program, kebijakan, serta dinamika organisasi dapat diketahui secara utuh oleh anggota,” ujar Efraim.

Menurutnya, distribusi ke 12 cabang PGRI di Toraja Utara merupakan langkah konkret agar setiap pengurus cabang memiliki referensi resmi terkait arah perjuangan organisasi, termasuk persiapan menghadapi Porsenijar PGRI Sulsel 2026.

BACA JUGA:  Dr Sri Gusty Serahkan 3 Judul Buku Kepada DPK Sulsel

Ia menambahkan, media internal seperti Suara PGRI juga memiliki arti penting dalam mendorong pengembangan kompetensi guru. Konten yang memuat gagasan pendidikan, inovasi pembelajaran, regulasi terbaru, serta praktik baik (best practice) dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dinilai mampu menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik.

“Ini bukan hanya soal informasi organisasi, tetapi juga tentang penguatan kapasitas dan profesionalisme guru. Literasi guru harus terus didorong, dan majalah ini menjadi salah satu medianya,” jelasnya.

Efraim berharap setiap cabang dapat memanfaatkan majalah tersebut sebagai bahan diskusi dalam rapat-rapat internal maupun forum pengembangan profesi. Dengan demikian, fungsi Suara PGRI tidak berhenti pada distribusi, tetapi benar-benar dibaca, didiskusikan, dan ditindaklanjuti.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di tengah arus digitalisasi informasi, media cetak tetap memiliki nilai strategis sebagai dokumen resmi organisasi yang dapat disimpan dan dijadikan arsip.

“Majalah ini menjadi rekam jejak perjalanan PGRI, baik di tingkat Sulawesi Selatan maupun Indonesia. Ini bagian dari sejarah perjuangan organisasi guru,” tambahnya.

BACA JUGA:  Legislator Akan Bantu Anggaran BMPS

Pendistribusian Majalah Suara PGRI tersebut sekaligus menegaskan komitmen PGRI Toraja Utara dalam mendukung penguatan komunikasi dan solidaritas antaranggota.