KKN-T di Pulau Persatuan Kabupaten Sinjai, Mahasiswa UNHAS Kembangkan Program Aksara Muda Kreatif

KKN-T
KKN-T

Hasilnya, membuat mereka kagum. Siswa berkreasi membuat judul cerpen dengan cerita yang sesuai imajinasinya masing-masing.

Antusias siswa makin terlihat saat karya-karyanya akan dibukukan. Mereka tentu saja senang karena cerpennya akan masuk dalam buku antologi, yang masing-masing akan jadi milikinya.

“Alhamdulillah ini buah hasil pengajaran dan praktik membaca maupun menulis cerpen yang kami kembangkan,” ujar Kartini.
Desa Pulau Persatuan merupakan salah satu desa di Kecamatan Pulau Sembilan yang terdiri dari tiga Dusun yaitu Dusun Kanalo 1, Dusun Kanalo 2 dan Dusun Katindoang. Jumlah penduduknya sebesar 1.223 jiwa.

Mata pencaharian penduduk desa didominasi nelayan dan pembudidayaan rumput laut. Desa ini juga punya destinasi wisata menarik, yaitu Pulau Larea-rea.

Sesuai nama program kerjanya, mahasiswa KKN-T ini punya sejumlah kegiatan. Ada kegitan peningkatan minat baca buku bagi kalangan remaja dan menulis buku guna mengembangkan imajinasi dan kreativiitas siswa.

“Harapannya, adik-adik akan cepat tanggap dan memahami bacaannya saat mereka membaca buku,” terang Kartini.

Kartini bersyukur karena semua program kerjanya terlaksana dengan baik sebelum penarikan mahasiswa KKN-T Gelombang 113 UNHAS di desanya.

BACA JUGA:  Muhammad Burhanuddin, Terpilih Ketua IKA FH UH 87, Begini Prosesnya

Kartini mengakui dia mendapat dukungan dari teman-temannya selama melaksanakan program kerja ini. Teman-temannya membantu menyukseskan kegiatan program kerjanya itu.

Teman-teman satu Poskonya ada 10 orang dari latar fakultas berbeda. Selain dia, juga ada Nur Atika Borman (Ekonomi dan Bisnis), Novita Lewelema (Ilmu Kelautan dan Perikanan) Mesya Runi Nuryatna R (Ilmu Sosiologi dan Politik), Muh Gulam (Ilmu Kelautan dan Perikanan), Muh Dzaky Fatih Syalwa (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Andi Muh Akram A.A (Ilmu Kelautan dan Perikanan), Hans Rainer Satia (Teknik Industri), Rijal (Pertanian) dan Fuad Ahmad Sasmito (Teknik Sipil).

Kartini mengatakan, saat diadakan seminar program kerja, masyarakat sangat suka dan mendukung penuh program kerjanya. Karena memang diperlukan di kalangan remaja.

“Program ini sangat membantu meningkatkan minat baca buku siswa. Karena belakangan saya melihat siswa cenderung tidak tertarik lagi pada sebuah buku,” kata Kak Andi, salah seorang aparat Desa Pulau Persatuan.

Padahal buku itu, lanjuta Kak Andi, berisi ilmu yang sangat bermanfaat untuk masa depan remaja di desanya.

BACA JUGA:  "Ayah" Prof Jasruddin jadi Pembeda di Acara Wisuda Unpacti Makassar

Selama menjalankan program kerja Aksara Muda Kreatif, Kartini memperoleh pembelajaran berharga. Katanya, jangan tinggalkan buku hanya karena dunia sudah berada di era digital. Selalu ingat bahwa tanpa sebuah buku ilmu gratis itu tidak akan tersimpan dalam memori ingatan.