Kepala SLBN 2 Makassar Gaet Terbaik 1 Kategori Kepala Sekolah Dedikatif

Kepala SLBN 2 Makassar Jamaluddin,S.Pd.,M.Pd diberikan piagam penghargaan oleh Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakhrulloh

NusantaraInsight, Makassar — Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Makassar Jamaluddin, S.Pd.,M.Pd menggaet penghargaan terbaik pertama sebagai Kepala Sekolah Dedikatif 2024 pada Jambore GTK Hebat 2024 di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sulsel Rabu (6/11/2024).

Melalui wawancara khusus yang dilakukan usai pemberian penghargaan oleh Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakhrulloh, Jamal demikian akrabnya disapa menyampaikan bahwa untuk menuju Kepala Sekolah Dedikatif, dirinya melalui proses yang cukup panjang.

“Ada 3 elemen penting yang kami paparkan dalam presentasi yaitu pertama terkait kebersihan sekolah di mana diketahui kami baru bergabung di SLBN 2 sehingga kami menggenjot upaya kebersihan sekolah sehingga meraih sekolah sehat 2023. Kedua pengembangan atau pelajaran bahasa isyarat kepada guru dan tenaga pendidik. Ketiga yaitu pelatihan public speaking bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah,” ungkapnya.

“Hasil dari tiga upaya tadi, pada tahun 2023 guru kami atas nama Mariani Kamang meraih guru inovatif. Bukan itu saja pada tahun 2021 kami membuat best practice tentang pembelajaran jarak jauh selama pandemi. Dan terakhir tadi kita meraih peringkat 1 untuk Kepala Sekolah Dedikatif tingkat SLB dan akan mewakili Sulsel pada Jambore Nasional di Jakarta,” ulas mantan Kepala SLBN 2 Bone ini.

BACA JUGA:  Pemilihan OSIS SMA Negeri 19 Bulukumba: Menyongsong Pemimpin Baru untuk Perubahan dan Kemajuan"

“Dalam seleksi pada Jambore GTK Hebat ini, kami membuat video dengan durasi 9 – 10 menit. Kemudian harus ada 3 komentar dari 3 responden secara virtual, dan yang menjadi responden kami yaitu guru atau tenaga pengajar, orang tua siswa dan kepala bidang PKLK Disdik Sulsel. Terakhir seleksinya yaitu presentasi hasil karya dihadapan juri,” terang Jamal.

Ia juga berharap agar Jambore GTK tahun depan agar peran serta kepala sekolah dari berbagai jenjang agar lebih banyak lagi, sehingga kita dapat berkompetisi. Momen ini dapat kita mendorong guru dan tenaga kependidikan agar ikut berkompetisi baik itu dalam kategori Dedikatif, Inovatif dan juga Inspiratif.

“Karena pada tahun ini khususnya tingkat SLB sangat minim peserta untuk gurunya hanya 3 guru, untuk Kepala Sekolah Dedikatif 1 orang, Kepala Sekolah Inovatif 1 orang. Untuk itu saya menghimbau agar kepala sekolah dan guru terkhusus SLB agar ikut dalam Jambore tahun depan. Kita latih tanding, latih tanding dan kemudian berkompetisi,” tegas Jamal.

Ia juga bertekad agar hasil dari jambore ini dapat memberikan dampak besar bagi sekolah.

BACA JUGA:  Prof.Dr. Tadjuddin Maknun, SU Purnabakti: Lagi Meneliti Masuk Rumah Sakit dengan 8 Jahitan

“Bukan hanya bagi sekolah kami pribadi tapi bagaimana kami dapat experience kepada sekolah-sekolah lain agar mau ikut berkompetisi demi mengetahui kompetensi kita sebagai guru ataupun kepala sekolah,” pungkasnya.