Kepala BBPMP Sulsel Bahas Wajar 13 Tahun dan ATS di Rakorda I BAN-PDM

NusantaraInsight, Makassar — Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Ir. Imran, S.Kom, M.T membahas wajib belajar (wajar) 13 tahun dan anak tidak sekolah (ATS) pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) I Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) Sulsel di Hotel Dalton, Sabtu (14/3/2026).

Rakorda I BAN-PDM Sulsel yang berlangsung mulai 13 hingga 15 Maret 2026 ini, Kepala BBPMP Sulsel memaparkan materi “Kebijakan BBPMP dalam Mendorong Peningkatan Mutu Satuan Pendidikan.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. H. Muliono Caco, M.M.,M.Kes ini, Imran menyinggung terkait wajib belajar 13 tahun.

Menurutnya, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 serta Asta Cita telah dijabarkan dalam kebijakan dan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Penjabaran itu di antaranya Program Wajib Belajar (Wajar) 13 tahun yang merupakan penjabaran Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas,” urainya.

BACA JUGA:  Pj Bupati Jeneponto Tantang ADPERTISI Buat Peta Potensi Daerah untuk Dikerjasamakan.

Ia melanjutkan bahwa program prioritas Kemendikdasmen yang merupakan penerjemahan Asta Cita 4 berupa program kualitas pengajaran dan pembelajaran serta program pendidikan dan pelatihan vokasi.

Ia juga membahas program Asta Cita 8 yaitu memperkuat penyelasaran kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Dimana selaras dengan program Kemendikdasmen yaitu program pembangunan kebahasaan dan kesastraan.

Lebih dalam lagi, Kepala BBPMP Sulsel untuk Wajar 13 tahun, Indonesia sudah dapat memastikan akses pendidikan dasar secara optimal.

Ia juga menyampaikan tantangan yang perlu direspon adalah menyediakan layanan pendidikan menengah dan prasekolah secara memadai dan berkualitas.

“Angka partisipasi di berbagai jenjang mengalami peningkatan setiap tahunnya dan dapat dikatakan bahwa untuk jenjang pendidikan dasar, partisipasi pendidikan sudah mencapai kondisi sangat baik,” kata Dr. Imran lagi.

Ia juga menyatakan untuk Wajar 13 tahun di Indonesia, tantangannya adalah pemenuhan layanan pendidikan menengah dan anak usia dini.

“Adapun tantangan untuk Wajar 13 tahun ini, terkait akses layanan pendidikan termasuk masih adanya anak usia sekolah yang tidak bersekolah serta disparitas akses pendidikan antar-kelompok pengeluaran dan antar anak dengan disabilitas dibandingkan dengan anak tanpa disabilitas,” ulasnya sambil menampilkan data-data serta diagram terkait Wajar 13 Tahun ini.