Yayasan turut menerapkan sistem kampanye berdasarkan tujuan penggunaan dana. Setiap kebutuhan memiliki kode tertentu untuk memudahkan pengelolaan donasi. Dengan sistem tersebut, donatur dapat mengetahui tujuan dana yang disalurkan.
Selain donasi, pemasukan yayasan juga berasal dari sejumlah kegiatan usaha, seperti penjualan semangka dan madu. Sementara itu, komunikasi dengan donatur secara khusus dilakukan oleh bagian fundraising yang bertugas mencari dukungan, menyampaikan kebutuhan program, dan menjaga hubungan dengan para donatur.
Kajian tersebut juga menjelaskan langkah yayasan dalam menghadapi isu atau kesalahpahaman. Apabila muncul informasi yang berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat, pihak yayasan akan melakukan konfirmasi dan memberikan klarifikasi melalui media sosial maupun komunikasi langsung.
Donatur dan masyarakat juga diberi kesempatan untuk datang langsung ke yayasan guna memperoleh penjelasan mengenai program ataupun penggunaan dana. Langkah tersebut menunjukkan upaya yayasan dalam membangun komunikasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hasil kajian, peran PR di Yayasan Jaziratul Quran Indonesia tidak hanya terbatas pada penyebaran informasi. PR juga berperan dalam membangun hubungan dengan publik, menjaga transparansi, mengelola komunikasi dengan donatur, serta menangani isu yang dapat memengaruhi citra yayasan.
Keterbukaan informasi dan konsistensi dalam menyampaikan perkembangan program menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan donatur. Dengan kepercayaan tersebut, yayasan diharapkan dapat terus menjalankan berbagai program pendidikan, sosial, keagamaan, dan kesehatan bagi masyarakat.












