GOES 2.0 III Soroti Regulasi Data Center untuk Infrastruktur Digital yang Aman dan Kompetitif

NusantaraInsight, Makassar — Global Outreach Series (GOES 2.0) III kembali diselenggarakan sebagai bagian dari kolaborasi regional di bidang keinsinyuran. Kegiatan ini diinisiasi oleh AEI – Electrical Installation Steering Committee (EISC) bekerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dengan mengangkat tema “Data Center Regulation in Indonesia: Building a Secure and Competitive Digital Infrastructure.”

Webinar ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Ir. Denny Setiawan, Director of Digital Infrastructure Strategy and Policy, Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) Republik Indonesia. Kegiatan ini dipandu oleh Assoc. Prof. Ir. Sirmayanti, IPU, ASEAN Eng, APEC Eng selaku Head of Indonesian Representative AEI – Electrical Installation serta Vice Chair for Institutional Relations and Regulatory BKE PII, serta dosen aktif di Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan dibuka secara resmi oleh Ir. Dr. Siow Chun Lim, Chairman of ASEAN Engineering Inspectors (AEI) – Electrical Installation.

Dalam sambutannya, Ir. Dr. Siow Chun Lim menekankan pentingnya kolaborasi antar negara ASEAN dalam memperkuat standar dan praktik keinsinyuran, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

BACA JUGA:  Rakor PGRI Makassar, Dr. Pantja: Tumbuh Gairah

Dalam paparannya, Dr. Denny Setiawan menyampaikan bahwa transformasi digital di Indonesia telah meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur data center yang andal, aman, dan skalabel.

Pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai kebijakan strategis yang mencakup perlindungan data, keamanan siber, serta penguatan ekosistem digital nasional.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan pentingnya pengembangan roadmap nasional data center sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi digital, serta menciptakan iklim investasi yang kompetitif di sektor infrastruktur digital.

Webinar ini juga menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan antara kepatuhan regulasi, inovasi teknologi, dan daya tarik investasi. Diskusi yang berlangsung interaktif pada sesi tanya jawab menunjukkan tingginya antusiasme peserta dari berbagai latar belakang, baik akademisi, praktisi industri, maupun pemangku kebijakan.

Kegiatan ini juga mencerminkan peran aktif PII dalam mendukung pengembangan profesi keinsinyuran di Indonesia, serta kontribusinya di tingkat regional melalui ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO). Dalam konteks ini, Electrical Installation Steering Committee (EISC) sebagai salah satu working group di AFEO memiliki peran strategis dalam mendorong harmonisasi standar dan praktik instalasi listrik di kawasan ASEAN.