Fakta Menarik Pembukaan Porsenijar PGRI Makassar

Fakta
Pertunjukan Barongsai

Jadi, bisa dikatakan, atraksi barongsai terpusat pada olah gerak tubuh. Di dalamnya ada unsur tarian, bela diri, dan akrobatik. Gerakannya mengikuti hentakan ritme yang dihasilkan oleh pemain musik.

Dan uniknya, siswa SDN Bulogading dapat mempertontonkan keahlian dan kelincahan gerak tubuh mereka dalam melakoni atraksi Barongsai ini.

Pertunjukan Barongsai pada pembukaan Porsenijar Kota Makassar dimungkinkan juga untuk merayakan Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 ini.

Adapun pertunjukan barongsai bertujuan utama untuk mendatangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan, serta mengusir roh jahat atau energi negatif menggunakan suara drum yang nyaring. Tradisi ini melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan, sering dipentaskan saat Imlek, pembukaan usaha, atau perayaan penting lainnya.

Banjir Angpao

Angpao atau ampau adalah amplop berisi uang yang diberikan sebagai hadiah atau angpau dalam perayaan tradisional, terutama Imlek. Biasanya amplop yang diberikan berwarna merah.

Seperti halnya perayaan Imlek, pada pembukaan Porsenijar Kota Makassar. Siswa SD yang mempertunjukkan kebolehannya membawakan tarian Barongsai mendapatkan angpao dari peserta Porsenijar.

BACA JUGA:  Cerita Citra, Buku Pertama Murid Kelas 5 SD Negeri Borong Makassar

Tak ketinggalan Staf Ahli Wali Kota Makassar Irwan Adnan, Ketua PGRI Kota Makassar Dr Pantja Nur Wahidin dan Sekretaris PGRI Sulsel Dr Abdi ikut memberikan angpao berwarna merah dan memasukkan ke dalam mulut Barongsai yang terus bergerak seperti memakan angpao tersebut.

Pertunjukan yang sangat jarang dilihat ini, dimanfaatkan oleh para peserta Porsenijar untuk diabadikan lewat ponsel mereka masing-masing.