Kariernya sebagai guru sukarela dimulai tahun 1984. Selama kurang lebih dua tahun, yakni tahun 1984-1985, ia menjadi guru sukarela di SD Negeri Pannara, Makassar. H Arsyad bercerita, ada seorang penilik yang baik, yang menanyakan ijazahnya.
Dia lantas mendaftar dan ikut tes menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tahun 1985. Ternyata lulus. Setahun kemudian, atau pada tahun 1986, ia terangkat menjadi guru di SD Inpres Rappokalling I, Makassar.
Karena persoalan jarak, dia meminta pindah dari SD Inpres Rappokalling I ke SD Negeri Pannara. Jarak dari sekolah di Pannara dengan rumahnya, yang sama-sama berada di Jalan Antang Raya, memang sangat dekat. Bisa ditempuh hanya dengan beberapa kayuhan langkah.
Di SD Negeri Pannara, H Arsyad sempat menjabat sebagai kepala sekolah antara tahun 2006-2016. Untuk meningkatkan kompetensinya, ia pernah kuliah S2 Magister Manajemen di Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Makassar, tapi tidak mengambil ijazahnya.
Di SD Negeri Borong, H Arsyad mulai mengajar pada bulan Juni 2016. Disampaikan bahwa ia pindah ke Borong karena memang sudah waktunya mengakhiri tugas di Pannara. Dia meyakini bahwa hal itu merupakan jalan hidup dan takdir, sehingga dirinya sampai ke SD Negeri Borong. Meski pernah tiga kali pindah sekolah, tapi diakui sama sekali tidak ada masalah karena kedekatannya dengan anak-anak.
“Di mana saja saya mengajar, anak-anak senang,” kisahnya dengan mata berkaca-kaca. (*)












