Para penulis karya sastra juga perlu memberikan dukungan. Hendaknya, kata dia, memberi perhatian khusus untuk mengangkat dan menulis sastra bergenre anak. Dikatakan, dengan aktif menyampaikan sastra anak di berbagai forum, maka akan ikut menumbuhkan apresiasi terhadap sastra anak.
Dalam disertasinya, ada beberapa rekomendasi yang disampaikan. Kepada pemerintah, dia merekomendasikan agar senantiasa mendukung keberadaan pencipta karya sastra yang bisa menghasilkan karya-karya sastra dan mengemasnya dalam pembelajaran. Bentuk dukungan tersebut dengan memberikan apresiasi dan validasi terhadap hasil karya sastra. Terhadap buku pembelajaran karya sastra berbasis kearifan lokal Makassar, hendaknya pemerintah dapat membantu menyosialisasikan agar pembelajaran sastra berterima di seluruh lapisan masyarakat.
Kepada praktisi, penulis, dan peneliti, dia mengajak mereka untuk lebih giat lagi berkarya, terkhusus untuk menciptakan produk-produk karya sastra yang ditujukan untuk anak-anak. Dalam karya yang dibuat itu, sebaiknya diselipkan nilai-nilai kearifan lokal untuk mengangkat budaya daerah masing-masing sehingga dapat menjadi warisan kepada generasi penerus kita pada tahun-tahun mendatang.
Rekomendasi juga diberikan kepada guru-guru. Disampaikan, bahan ajar sastra anak berbasis kearifan lokal Makassar yang dikembangkan dalam penelitiannya, telah melalui beberapa uji coba dan dinyatakan layak, praktis, dan efektif. Peserta didik merespons positif penggunaan bahan ajar dan perangkat yang dikembangkan.
”Guru kelas yang juga sebagai guru umum mengajarkan Bahasa Indonesia di kelas IV SD, disarankan untuk memanfaatkan produk bahan ajar sastra anak berbasis kearifan lokal Makassar ini, baik dalam bentuk buku cetak maupun dalam bentuk flipbook sebagaimana yang ditunjukkan dalam penelitian ini,” katanya.
Sarwinah yang menyelesaikan pendidikan S1 (Sarjana) dan S2 (Magister) pada Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) juga memberi saran untuk peserta didik. Peserta didik yang menggunakan buku panduan sastra anak berbasis kearifan lokal Makassar disarankan untuk dapat terus mengasah keterampilannya dalam pembelajaran sastra, seperti puisi, prosa, dan drama, secara kreatif.
“Buku panduan sastra anak hasil disertasinya, dibuat sekreatif dan semenarik mungkin agar peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kompetensinya dalam pembelajaran sastra,” pungkas Sarwinah. []












