Dr. Abdi : Akreditasi Bukan Sekedar Branding

NusantaraInsight, Makassar — Akreditasi bukan sekedar branding semata. Hal ini disampaikan Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr Abdi, M.Pd saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) I BAN-PDM, Hotel Dalton, (13/3/2026).

Diskusi yang dipandu oleh Dr. Sadaruddin, M.Pd ini, Dr. Abdi membahas seputar Kebijakan dan Mekanisme Akreditasi Dasmen tahun 2026.

Menurut Abdi, akreditasi adalah akuntabilitas publik, karena satuan pendidikan adalah layanan publik yang harus akuntabel kepada publik.

“Karena harus akuntabel kepada publik maka wajib diakreditasi,” urainya di hadapan peserta yang dihadiri unsur Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dewan Pendidikan dan PGRI.

Abdi juga menjelaskan ukuran akuntabilitas itu, adalah kualitas layanan pendidikan yang disediakan satuan pendidikan kepada siswa.

“Sebagai alat akuntabilitas, akreditasi dipandang sebagai cara melindungi anak-anak kita dari layanan pendidikan yang tidak layak,” tuturnya.

Ia juga menambahkan akreditasi adalah alat untuk penjaminan mutu. Hal ini beralasan karena hasil dari akreditasi berfungsi sebagai umpan balik bagi satuan pendidikan untuk perbaikan kualitas secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Kamaruddin, S.Pd.I, M.Pd Pimpin Cabang Khusus SMA PGRI Bantaeng

“Karena pemahaman tentang kualitas harus benar the objective of education is learning. Waspadai dan hindari jebakan indikator-indikator imitasi yang berakibat schooling without learning,” terangnya.

Abdi melanjutkan bahwa kesalahan memaknai kualitas akan berdampak kesalahan arah dalam pengembangan satuan pendidikan.

Bahkan ia menegaskan bahwa akreditasi itu bukan penghasilan melainkan general check up gratis yang disediakan oleh pemerintah pusat.

“Sangat penting bagi satuan pendidikan, pemerintah daerah dan Kementerian Agama sebagai pemegang kewenangan implementasi NSPK menindaklanjuti hasil akreditasi untuk kualitas,” ulasnya.

“Akreditasi bukan pertandingan antar satuan pendidikan. Akreditasi adalah pertandingan dengan dirinya sendiri dari waktu ke waktu. Pemenangnya adalah satuan pendidikan yang mengalahkan masa lalunya,” pungkasnya.