Dia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengakses informasi melalui kanal resmi Dinas Pendidikan guna menghindari potensi disinformasi.
“Pantau terus informasi dari sumber resmi, termasuk jadwal pelaksanaan, petunjuk teknis, hingga daftar sekolah pilihan,” imbuh Achi.
“Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Achi, menambahkan.
Achi Soleman, menjelaskan bahwa sistem tahun ini membagi jalur pendaftaran menjadi dua kategori utama, yakni jalur domisili dan non domisili.
Untuk jalur non domisili, terdapat tiga pilihan yang bisa diakses calon peserta didik, yaitu jalur afirmasi, mutasi, serta prestasi akademik.
Khusus jalur afirmasi, pemerintah menghadirkan kebijakan baru terutama untuk jenjang TK dengan memberikan kuota lebih besar bagi anak dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.
“jadi, mekanismenya ualur afirmasi ini menjadi perhatian khusus karena kita ingin memastikan akses pendidikan juga terbuka luas bagi anak-anak yang membutuhkan,” terang Achi.
“Sementara itu, jalur domisili tetap mengacu pada prinsip kedekatan tempat tinggal dengan sekolah,” sambung dia.
Namun, tahun ini sistem diperkuat dengan penggunaan koordinat presisi berdasarkan data Kartu Keluarga (KK) guna mencegah praktik manipulasi zonasi yang kerap terjadi sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Makassar juga menghadirkan platform digital terintegrasi bernama Lontara+, yang menjadi pusat layanan SPMB 2026.
Sistem ini memungkinkan orang tua memantau seluruh proses pendaftaran secara real-time, mulai dari posisi peringkat hingga hasil seleksi akhir.
Melalui Lontara+, semua proses bisa dipantau langsung. Ini bagian dari keterbukaan informasi agar masyarakat merasa lebih tenang dan percaya.
Karena, sistem ini dirancang untuk menghindari kendala teknis seperti server down, dengan membagi layanan ke dalam tiga server terpisah untuk jenjang TK, SD, dan SMP.
“Selain itu, tersedia fitur live chat untuk pengaduan, notifikasi otomatis melalui WhatsApp dan email, serta pengecekan data siswa seperti NISN dan status kepesertaan,” tuturnya.
Tak hanya itu, sistem pendaftaran juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti pencocokan otomatis titik koordinat alamat, input ukuran seragam untuk pembagian gratis, serta unggahan bukti saat proses daftar ulang.
“Ini bukan sekadar soal penerimaan siswa baru, tapi upaya Pemeritnah kota membangun kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan yang lebih baik,” tutup Achi. (*)
—————————–
Jadwal SPMB lengkapnya:
– Tanggal 12–14 Mei: Simulasi Pendaftaran SPMB (TK, SD, dan SMP)
– 2–4 Juni: Pendaftaran Jalur Non Domisili (TK, SD, dan SMP)
– 5 Juni: Pengumuman Jalur Non Domisili (TK, SD, dan SMP)
– 6–8 Juni: Pendaftaran Ulang, Verifikasi, dan Validasi Jalur Non Domisili
– 9–13 Juni: Pendaftaran Jalur Domisili (TK, SD, dan SMP)
– 14 Juni: Pengumuman Jalur Domisili (TK, SD, dan SMP)
– 15–17 Juni: Pendaftaran Ulang, Verifikasi, dan Validasi Jalur Domisili.












