Menurutnya, peluncuran SRA ini penting karena akan menjadi komitmen bersama untuk mencegah terjadinya bullying dan tindakan lain yang tidak sesuai semangat perlindungan anak. Kegiatan ini, lanjut Isnaniah, akan berkontribusi bagi terwujudnya Makassar sebagai Kota Layak Anak (KLA).
Muh Aslam, S.Ag Ketua Panitia, yang juga merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), menjelaskan sekolah menerapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Mulai dari bangun pagi hingga anak bersosialisasi di masyarakat. Di sekolah, ada kegiatan Jumat ibadah, berolahraga, bersih-bersih, Makan Bergizi Gratis, dan belajar di kelas.
Pendidikan karakter, menurutnya, penting mengingat posisi sekolah yang bersinggungan dengan tiga kecamatan, yakni Rappocini, Panakkukang, dan Kecamatan Makassar.
Kegiatan launching program inovasi SAKTI dan deklarasi SRA ini, selain dihadiri guru dan murid-murid SD Inpres Kelapa Tiga 1, juga diikuti orangtua murid yang tergabung dalam komunitas MALEBI.
Hadir pula Kepala SD Inpres Kelapa Tiga Bertingkat, Rahma, S.Pd, M.Pd, serta pegiat literasi dan pegiat Sekolah Ramah Anak, Rusdin Tompo.
Deklarasi SRA ini berisi pernyataan komitmen untuk menjadikan SD Inpres Kelapa Tiga 1 sebagai SRA, berupa: sekolah yang aman; bersih dan sehat; peduli dan berbudaya lingkungan hidup; menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak; melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya; mendukung partisipasi anak dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran dan pengawasan; dan memiliki mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di sekolah.
Deklarasi ini ditandatangani oleh Kepala SD Inpres Kelapa Tiga 1, Hj Nahidha Mallapiang, S.Pd, M.Pd, dan beberapa perwakilan. Dari unsur pendidik, H Sambi Waris, S.Pd, M.Pd, tenaga kependidikan olrh Lilis Gusnaningsih, S.I.P, dan Komite Sekolah oleh Sari Eka, S.Kom. Ada lagi dari unsur peserta didik, Muh Raditya Kamil, dan dari perwakilan alumni oleh Sinar Wati. (*)