Dialog Mahasiswi 2025: Menyelami Cahaya Tersembunyi di Balik Cinta, Waktu, dan Kehilangan

Beliau juga menekankan pentingnya menghargai waktu sebagai amanah kehidupan.

“Waktu bukan sekadar detik yang berjalan. Ia adalah saksi. Setiap detik akan menanyakan, untuk apa engkau hidup hari ini? Karena waktu yang terlewat tanpa makna, adalah kehilangan yang paling sunyi,” jelasnya.

Kegiatan dirangkaikan pula dengan pembagian grand prize dan door prize menarik bagi para peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Suasana semakin hangat ketika peserta menyampaikan kesan dan pesan mereka, menggambarkan rasa syukur dan bahagia bisa menjadi bagian dari kegiatan yang sarat makna ini.

Nur Azizah mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bulukumba, mengungkapkan kesannya sepanjang mengikuti Dialog Mahasiswi.

“Di tengah kesibukan kuliah. Saya jadi sadar bahwa kehilangan bukan berarti berakhir, tapi kadang justru menjadi cara Allah mengajarkan arti cinta yang sebenarnya. Setiap kehilangan membawa kita pada cahaya baru, kalau kita mau melihatnya dengan hati. Yang membuat acara ini berbeda adalah suasananya. Semua peserta seperti saudara. Kami datang dengan hati yang mungkin lelah, tapi pulang dengan hati yang lebih tenang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Literasi 116 Unhas Paparkan Hasil Program Kerja di Desa Laguruda

Acara diakhiri dengan pembagian kelompok belajar, sebagai bentuk tindak lanjut agar semangat yang tumbuh dari kegiatan ini tidak berhenti di ruang dialog, melainkan terus hidup dalam lingkar-lingkar ilmu dan ukhuwah yang penuh keberkahan.

Reporter: Zahratul Jannah
Editor: Mutmainnah Jufri