Buku Murid SDN Borong Makassar Jadi Koleksi Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan dan Perpustakaan Gowa

Dia sediakan buku tersendiri untuk itu. Buku yang menjadi ruang baginya menuangkan cerita-ceritanya. Buku yang di situ ada goresan tangannya, dilengkapi gambar-gambar ornamen, dan kalimat-kalimat motivasi agar dia terus rajin menulis.

Bila dia akan menyetor tulisannya, sementara saya tidak ke sekolah, maka saya akan menjemput tulisannya itu di rumahnya, meminjam bukunya, kemudian tulisan-tulisan itu saya foto menggunakan kamera telepon genggam.

Tulisan-tulisan itu saya ketik di laptop, dengan tetap menjaga orisinalitas gaya tulisannya, meski ada beberapa judul yang diubah.

Dari komunikasi dengan Citra itu, sering saya memberi dia tantangan untuk menulis tema tertentu, bila saya melihat ada aktivitas yang dia ikuti tapi belum dia tuangkan dalam tulisan.

Karena pertimbangan tulisannya layak untuk dipublikasikan, saya lalu menyodorkan tulisan-tulisannya itu ke beberapa pengelola media online.

Kepada mereka saya katakan, bila mereka memuat tulisan murid kelas 5 SD ini, maka akan sangat berarti bagi kiprah dan karier kepenulisannya kelak.

Ada pengelola media online bahkan mengaku terinspirasi dari tulisan-tulisan Citra. Menurutnya, dari tulisan murid SD ini, mengingatkan dia untuk menyediakan rubrikasi atau kolom khusus bagi anak-anak.

BACA JUGA:  Penyerahan medali Lomba Kreativitas Guru Dihadiri Wabup Soppeng, ini Update Juaranya

Tulisan-tulisan Citra rupanya menghadirkan efek positif, bukan saja bagi dia pribadi tapi juga orang lain. Potensi dan bakat seorang anak memang perlu dirawat, diberi wadah, agar tumbuh dan berkembang.

Layaknya tanaman yang butuh pupuk, air, dan sinar matahari, agar tumbuh subur, dengan bunga-bunga yang mekar, atau berbuah ranum, sehingga bisa dipanen.

Saya beruntung, ruang dan wadah itu diberikan oleh SD Negeri Borong. Sejak diajak bermitra oleh Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, Kepala SD Negeri Borong (Maret 2016-Oktober 2024).

Kegiatan minat bakat yang saya asuh juga mendapat sokongan dari para guru. Begitupun dengan orang tua siswa yang juga memberikan support pada minat bakat yang disukai dan digeluti anak-anak mereka, termasuk kegiatan-kegiatan literasi.

Sejauh ini SD Negeri Borong sudah menerbitkan beberapa buku. Ada dua buku puisi yang ditulis siswa, masing-masing Kumpulan Puisi “Pelangi dalam Kelas” karya Riska Aulia (Garis Khatulistiwa, 2019) dan Antologi Puisi “Perpustakaan Baru” karya bersama murid-murid SD Negeri Borong (Garis Khatulistiwa, 2019).

BACA JUGA:  Ketua PGRI Wajo Harap ke Pengurus PGRI Sulsel Perjuangkan Nasib Guru Honorer dan Mengabdi di Sekolah Swasta

Satu buku ditulis oleh Sahrina, S.Pd, yakni “Ujian yang Sempurna” (Rayhan Intermedia, 2020). Buku ini berkisah tentang perjuangan penulisnya hingga terangkat menjadi guru dan mengajar di SD Negeri Borong.

Buku berikut berupa profil sekolah dan guru-guru SD Negeri Borong, berjudul “Kabar Dari Sekolahku” ditulis bersama oleh Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd dan Rusdin Tompo (Rayhan Intermedia, 2020). Buku ini juga berisi aktivitas sekolah yang sudah dipublikasikan di berbagai media dan situs berita.

Buku lainnya merupakan semacam dokumentasi best practice program inovasi Bunda Pustaka (2022), yang diharapkan bisa jadi inspirasi bagaimana mendorong partisipasi orang tua, khususnya ibu-ibu, dalam gerakan literasi sekolah.

Menariknya, dalam buku ini tak hanya membahas konsep, strategi program, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Bunda Pustaka, tapi juga berisi tulisan yang disampaikan langsung oleh beberapa pengurus Bunda Pustaka, periode 2021-2022.

Program inovasi Bunda Pustaka ini telah mengantongi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dari KemenkumHAM.

Terbitnya buku “Cerita Citra, Seandainya Aku Bisa Terbang”, merupakan kado baginya, yang berultah pada 25 November 2024.

BACA JUGA:  Kejutan di Rapat Kerja OSIS SMAN 15 Bulukumba

Juga sebagai persembahan bagi para guru yang memperingati Hari Guru Nasional (HGN), pada tanggal dan bulan yang sama dengan kelahiran Citra. (*)