NusantaraInsight, Maros – Di tengah keterbatasan penerangan jalan di wilayah pedesaan, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar.
Melalui program kerja unggulan berupa pemasangan reflector jalan, mahasiswa KKN di Desa Tukamasea menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus mahal untuk bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Program ini dipimpin langsung oleh Koordinator Desa (Kordes) Tukamasea Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros, Muhammad Imran Haris, mahasiswa Departemen Teknik Sipil, yang menggagas pemasangan reflector sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari dan saat cuaca kurang mendukung.
Berangkat dari hasil survei lapangan, tim KKN merancang program secara sistematis, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan proposal pendanaan, pengadaan material, hingga proses pembuatan dan pemasangan di titik-titik strategis.
Menariknya, program ini memanfaatkan material yang tersedia dengan pendekatan efisien dan berkelanjutan.
Tak berjalan sendiri, mahasiswa KKN membangun kolaborasi erat bersama Pemerintah Desa Tukamasea, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), serta BUMDes. Sinergi ini memperkuat implementasi program sekaligus memastikan pemasangan reflector tepat sasaran, termasuk pada akses jalan menuju kawasan wisata desa yang menjadi potensi pengembangan ekonomi lokal.
Reflector yang dipasang berfungsi memantulkan cahaya kendaraan sehingga batas jalan dan arah jalur dapat terlihat lebih jelas. Meski terlihat sederhana, keberadaannya mampu secara signifikan menekan risiko kecelakaan dan meningkatkan rasa aman masyarakat.
Bagi Imran, program ini memiliki makna lebih dari sekadar pembangunan fisik.
“Keselamatan bukan tentang proyek besar, tetapi tentang kepedulian pada detail kecil. Melalui reflektor jalan, saya belajar bahwa cahaya sederhana pun mampu memberi arah dan melindungi banyak langkah,” ungkapnya.
Program ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadiran reflector jalan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga mendukung mobilitas warga dan pengembangan sektor pariwisata desa.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan infrastruktur di daerah, langkah mahasiswa KKN Desa Tukamasea menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang penuh kepedulian. Sebab pada akhirnya, satu pantulan cahaya di tepi jalan bisa menjadi penuntun bagi banyak perjalanan.












