Sebagai peneliti, Elsa menghasilkan sebuah model penanganan bullying yang dapat dijadikan referensi untuk menghindari bullying yang marak terjadi di kalangan remaja, khususnya di lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah, siswa baru seringkali menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh siswa lama atau seniornya.
Peneliti merancang model yang disebut model ELSA, sebuah model untuk mencegah perundungan. Model yang mirip namanya itu, merupakan akronim dari Empathetyc (empati), Lovely (menyenangkan), Safe (aman), dan Acceptable (dapat diterima).
Melalui hasil penelitiannya, Elsa menemukan bahwa kecenderungan jenis bullying yang terjadi adalah bullying sosial dan verbal. Bullying jenis ini mudah ditemukan di kalangan remaja. Pelaku bullying merasa bahwa apa yang dilakukannya tidak menimbulkan kerugian secara fisik. Namun, sesungguhnya, bullying secara sosial dan verbal lebih merugikan mental dan jiwa korbannya. (*)












