CEO Fajar Group tersebut mengenang, pada tahun 1983 PSM mengalami keterpurukan prestasi setelah gagal menjuarai PSSI Perserikatan pada tahun-tahun sebelumnya. Pak Alwi masih ingat, dia dan Opu Sidik (alm.) membawa tim PSM yang berintikan para pemain muda dan baru, ke Surabaya. Waktu itu, mereka ini rata-rata baru pertama naik pesawat. Saat mencoba lapangan Gelora 10 November untuk pertandingan malam, terpaksa mereka harus latihan pengenalan lapangan pada malam hari menggunakan lampu. Mereka ini belum pernah bertanding pada malam hari. Pak Alwi takut mereka ‘salah sasaran’ dalam memasukkan bola ke jala sendiri.
“Hati-hati, kau punya bayangan jadi empat itu,” kata Alwi Hamu ketika megawasi latihan malam para pemain di Stadion 10 November Surabaya mengenang sembari tertawa.
Dalam pertandingan uji coba di Surabaya melawan Persebaya, PSM kalah 1-2. Mulai saat itu, Pak Alwi minta media agar ikut memberikan dukungan moral kepada PSM dalam pemberitan. Caranya, jika PSM kalah, hendaknya ditulis dengan kepala berita “Belum Menang”. Katanya, itulah cara media memberikan dukungan moral kepada para pemain bila belum berhasil memetik kemenangan.
Pada saat para pemain kembali ke Makassar dengan kapal laut, di Pelabuhan Makassar sudah disambut oleh para suporter yang memajang spanduk yang bertuliskan “Selamat Datang Para Pahlawan Bola”.
“Itulah cara untuk menaikkan semangat para pemain, meskipun dalam pertandingan uji coba itu mereka belum menang,” ujarnya lagi.
Oleh sebab itu, meskipun ketika itu Pak Alwi termasuk jajaran manajemen Jawa Pos Group, namun berkaitan dengan urusan sepak bola, kerap berlawanan. Jawa Pos mendukung Persebaya, Harian Fajar membala PSM.
“Itulah yang digunakan Koran Jawa Pos dalam mendukung Persebaya, sehingga secara moril tim Bajul Ijo itu tetap terdukung secara moral oleh media,” ujar mantan Staf Khusus Wakil Presiden RI tersebut.
Melihat penampilan pemain PSM waktu itu, Sekjen PSSI Noegraha Besoes mengomentari bahwa ke depan PSM akan mampu tampil di Senayan Jakarta. Ternyata kemudian, PSM memang benar-benar masuk Senayan. Dalam pertandingan di Senayan pada tahun berikutnya, PSM akhirnya tampil sebagai juara III.
Ketika itulah Alwi Hamu juga memperkenalkan tagline PSM, selain pasukan Juku Eja, juga berjuluk Pasukan Ramang. Bahkan sampai sekarang kaos PSM dengan gambar sosok orang yang mengenakan “passappu” masih dia simpan.
Alwi Hamu masih ingat, untuk membantu keuangan PSM ketika itu, dia terpaksa melego motor vespanya.
“Itu vespa kesayangan saya,” kunci Alwi Hamu.












