Wajah Tionghoa Makassar Dalam Cermin Kebhinekaan

Tionghoa
Kiri ke kanan jajar depan Apt. George Nurtani, MM. Dr. Ir. Yonggris, MM Arwan Tjahjadi, Dr Mukhlis Paeni MA, Prof Dr. H Aminuddin Salle SH.,MH.

Dialog budaya ini kian membuktikan bahwa identitas Tionghoa di Makassar bukan sekadar entitas ekonomi semata, melainkan elemen sosiologis yang membentuk wajah kota. Kehadirannya terlihat nyata pada cermin kebudayaan kota.

Masalah penting yang masih perlu ditindaklanjuti adalah bagaimana proses akulturasi kebudayaan ini berkelanjutan. Tidak hanya asyik di panggung depan kebudayaan yang penuh konflik dan drama. Perlu juga membenahi panggung belakang kebudayaan Tionghoa yang memerlukan kekompakan antar komponen.

Tak kalah menggelisahkan adalah bagaimana kehadiran teknologi Kecerdasan Buatan – Artifisial Inteligence (AI) yang kian merasuk budaya kontemporer kota.

Ungkapan Yonggris mengkhawatirkan keasyikan generasi Z dan Alpha yang fokus pada gadget dan media sosial akan berdampak pada melunturnya etika dalam berkomunikasi interelasi sosial.

Menanggapi uangkapan Yongris, ketiga narasumber sepakat bahwa dalam komunikasi interelasi sosial harus serius menyentuh aspek Etika Digital .
Rangkumannya, kebhinekaan tidak lagi cukup hanya dibahas dalam ruang dialog, tetapi harus juga “ditanam” dalam data algoritma yang dikonsumsi masyarakat. Makassar.

Termasuk ketika mengadopsi budaya digital. Dengan semangat pelabuhannya yang terbuka, warga Tionghoa Makassar harus turut menjadi pionir dalam menggunakan teknologi yang mempererat silaturahmi dalam bingkai kebhinekaan, bukan dengan memecahkan cermin kebudayaan yang luhur.

BACA JUGA:  Dalam Ijab yang Tak Pernah Usai

“Kemajuan teknologi AI harus diarahkan sebagai instrumen untuk memperluas ruang perjumpaan seperti yang diusung dalam Dialog Budaya ini, bukan sebagai dinding pemisah baru. Generasi Alpha perlu diajarkan etika digital bahwa di balik layar gawai mereka, ada sejarah panjang kolaborasi lintas etnis yang membangun bangsa ini.” Pungkas Mukhlis.

Minggu 15 Febriary 2026
Yudhistira Sukatanya