Pergeseran Nilai Demokrasi.
Perubahan itu ada yang menjadi lebih baik dan buruk, keduanya adalah perubahan. Namun dari wacana Pilkada dipilih oleh DPR ini merupakan perubahan yang buruk, karena disamping itu DPR hanya ingin memindahkan aliran dana paslon ke ruang ruang fraksi semata, artinya secara substansinya tidak berubah yakni melahirkan pemimpin yang oligarki pula. Ini yang disebut pergeseran nilai demokrasi.
Penting Evaluasi Partai Politik.
Dulu definisi Partai politik adalah suatu organisasi yang dibentuk oleh sekelompok warga negara yang punya kesamaan visi, nilai, dan tujuan untuk memperjuangkan kepentingan politik rakyat secara konstitusional. Sekarang malah di ubah menjadi kepentingan segelintir oligarki.
Rusaknya sistem demokrasi di Indonesia bukan karena rakyat yang salah memilih, tetapi elit partai politiklah yang tidak mampu merekomendasikan Paslon (pasang calon) yang memiliki kemampuan kepemimpinan. Maka yang perlu di evaluasi adalah parpolnya mulai dari visi, misi serta kaderisasi partai politik untuk merubah sifat elit politisi untuk mengedepankan political will.
Gerakan Mahasiswa.
Isu pilkada dipilih oleh DPR menjadi kajian dan diskusi disetiap lembaga kemahasiswaan dan banyak dari mereka yang menolak. Hal demikian akan memicu aksi besar-besaran di setiap sudut kota di Indonesia, ketika hal demikian terjadi. Kita belajar dari aksi beberapa bulan lalu, ini menjadi tolak ukur bahwa kemarahan mahasiswa dan rakyat tidak terbendung oleh apapun.
Gerakan Mahasiswa dan rakyat bukan lagi gerakan perkelompok namun gerakan yang diakumulasi dari kemarahan terhadap elit politik yang tidak bertanggungjawab.
“Vox populi vox dei”












