Toyota Innova dan Cerita di Balik Pemilihan Ketua KPID Sulawesi Selatan, Periode 2011-2014

Oleh: Rusdin Tompo (Ketua KPID Sulawesi Selatan, Periode 2011-2014)

“Mobil ini nanti dipakai Pak Rusdin ji.”

NusantaraInsight, Makassar — Begitu kalimat singkat yang saya dengar dari salah seorang staf, saat kami tengah rehat dalam suatu perjalanan dinas Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan, sekira tahun 2010.

Itu sudah di masa penghujung komisioner KPID periode 2007-2010. Selain saya, komisioner periode itu terdiri dari Drs H Aswar Hasan, M.Si, Andi Taddampali, SH, Dra Amelia Tristiana, M.Si, Ir Muhammad Anshar A. Akil, M.Si, Judhariksawan, SH, MH, dan Muhammadiyah Yunus, SE.

Nimbrung bersama kami, Amir, driver Kijang Toyota Innova tipe 2.0 E, yang sehari-hari jadi kendaraan operasional Pak Aswar Hasan. Dosen FISIP Unhas ini merupakan Ketua KPID Sulawesi Selatan, dua periode (2004-2007 & 2007-2010).

Kami, kala itu, berdiri sambil ngobrol santai di belakang Toyota Innova warna merah, dengan nomor polisi DD 214 AG itu.

Entah topik apa yang membuat kami asyik ngerumpi. Bisa jadi, lagi membahas proses seleksi KPID Sulawesi Selatan untuk periode pasca Pak Aswar Hasan.

BACA JUGA:  KEMBALI MENCINTAI BUMI SETELAH SUMATRA MENANGIS

Persisnya sudah agak lupa. Cuma, yang nyantol di ingatan saya, ya kalimat pembuka tulisan ini. Bahwa saya kemungkinan akan jadi pelanjut pengguna mobil dinas berpelat merah tersebut.

Waktu berjalan. Ada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KPI di Bandung, Jawa Barat, bulan Juli 2010.

Di atas bus, dalam perjalanan pulang dari kota yang dijuluki Paris van Java itu, kami masih terbawa suasana Rakornas yang dihadiri komisioner KPI Pusat dan KPID se-Indonesia.

Mengemuka diskusi, dalam Rakornas, soal rencana revisi Undang-Undang Nomor 32 tentang Penyiaran dan beberapa isu strategis berkaitan dengan perizinan, terutama penataan frekuensi, dan aspek konten siaran yang mengatur standar siaran anak, program faktual, dan spesifikasi iklan.

Forum Rakornas, sepakat merekomendasikan agar dilakukan penandatanganan MoU dengan lembaga seperti KPAI dan Dewan Pers.

Lagi asyik ngobrol, tiba-tiba terdengar celetukan seorang teman. Dia bilang, katanya ada di antara kami yang melobi (dia sebut nama teman itu), agar nanti dipilih sebagai Ketua KPID menggantikan Pak Aswar.

BACA JUGA:  HIDUP DALAM NOTIFIKASI

Teman yang bercerita itu merasa lucu. Sebab, katanya, proses seleksi komisioner KPID saja belum kelar, tetapi sudah ada yang minta dipilih jadi ketua.

“Lucu… terpilih saja belum, sudah minta mau jadi ketua,” katanya sambil terkekeh.

Kira-kira begitu yang disampaikan, saat bus dalam perjalanan Bandung-Jakarta, yang akan membawa kami ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.