SEBUAH MOMEN, SEBUAH KEHORMATAN

Diberi kesempatan untuk memandu acara tersebut, suasana hati seperti tidak siap menerima kenyataan hari ini. Namun, semangat dan dukungan yang begitu dasyat dari pikiran “Ketika pikiran diam, seluruh alam semesta menyerah.” (kata bijak) kata-kata itu kemudian membuat saya semakin mantap memandu acara tersebut dengan penuh semangat, memperkenalkan para penulis yang luar biasa yang secara tidak angsung memberi pelajaran untuk saya agar terus belajar dan memulai.

Acara ini menjadi momentum penting yang mendorong diskusi mendalam tentang peran krusial literasi di Sulawesi Selatan. Para penulis dan tokoh, serta guru besar berbagi pengalaman dan wawasannya tentang sebuah proses kreatif saat memulai menulis, kesempatan ini memberikan inspirasi kepada saya untuk terus belajar dan mengejar hasrat dalam dunia literasi.

Para guru besar dan tokoh yang hadir memberikan pandangannya dan berbicara mengenai dampak positif literasi dalam kehidupan seorang manusia, dan mengingatkan tentang betapa pentingnya menulis dalam merangkul keragaman. “Untuk kemajuan litersai sebaiknya acara seperti ini kita menghadirkan anak-anak muda, bila perlu anak-anak SMA, SMP karena kalau kita-kita ini saja yang hadir hanya ajang saling curhat saja tidak ada dampaknya dalam meregenerasi generasi baru dalam mengembang literasi.” Kata Yudhistira Sukatanya seorang tokoh literasi, sutradara teater, praktisi budaya Sulawesi Selatan yang hadir pada acara tersebut.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Unhas Buat Inovasi Sederhana untuk Pengelolaan Sampah Organik dan Konservasi Air di Desa Otting

Sementara itu, Prof. Sukardi Weda. memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana literasi dapat memperkaya pengetahuan kita dan memperluas wawasan. “Sudah ada Indonesia membaca, sekarang perlu kita munculkan “Indonesia menulis” dan itu kita memulai dari Sulawesi Selatan” ungkap Prof. Sukardi

Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari acara bersejarah ini. “Silaturrahmi Penulis” ini mengingatkan saya bahwa literasi adalah pilar penting dalam menghubungkan semua aspek kehidupan kita. Literasi adalah jendela menuju pemahaman dunia yang lebih luas dan dapat membuka pintu menuju eksplorasi pengetahuan melalui literasi, kita dapat menggali potensi terbesar dalam diri kita dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Mengutip dari apa yang disampaikan oleh Dr. Abdul Madjid Sallatu. “Saya menulis bukan untuk dijual, tapi saya menulis untuk dibaca” Ia juga menambahkan bahwa “saya selalu memotivasi anak-anak saya untuk menulis bahkan saya kasi hadiah Rp. 10.000 apabila dalam sehari dapat mengarang atau menulis 1 -2 halaman dari pengalamannya hari itu. Dengan cara itu mereka akan terus berpikir dan terus membaca sehingga wawasannya berkembang” ungkapnya dalam forum tersebut.

BACA JUGA:  Komisi Informasi Sulsel Garda Terdepan Gerakan Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik, "PASTI BISA"

Acara ini adalah bukti nyata bahwa literasi adalah investasi yang berharga untuk masa depan seorang manusia. semoga SATUPENA Sulawesi Selatan dibawa komando Bapak Rusdin Tompo. Untuk terus menggalakkan acara serupa dan terus memotivasi generasi muda untuk menulis.

Kafe Baca, 3 November 2023
Rahman Rumaday