Cuma diakui bahwa masih banyak pojok baca dari perpustakaan ini yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Banyak corner-corner di area perpustakaan yang, menurut Prof. Munira Hasjim, perlu bersinergi agar dapat menjadi bahan pembelajaran.
Misalnya, orang bisa belajar tentang budaya Korea, Jepang, Prancis dan Tionghoa pada corner internasional tersebut.
Di area Perpustakaan Unhas, terdapat 7 corner, yakni Korean Corner, France Corner, Mandarin Corner, Japan Corner serta Germany Corner.
Ada pula Unhasiana Corner, yakni pojok baca yang berisi koleksi deposit karya dosen dan guru besar Unhas, inclusive/braille corner, yakni corner yang dibuat buat kalangan mahasiswa difable/berkebutuhan khusus, dan BI Corner.
Perpustakaan Unhas memiliki koleksi cetak sebanyak 79.988 judul, mencakup 131.629 eksemplar.
Jumlah ini merupakan keseluruhan buku cetak koleksi perpustakaan di Unhas, sudah termasuk seluruh perpustakaan fakultas. Selain itu, juga ada 137 konten digital.
Untuk digital, Perpustakaan Unhas melanggan Journal Sciencedirect dan EBSCOHost, serta KUBUKU.
Perpustakaan Unhas juga bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI untuk mengakses seluruh koleksi yang dilanggan oleh Perpusnas RI.
Data kunjungan ke Perpustakaan Unhas, per 2 Maret 2026, sebanyak 42.893 orang (non anggota) dan 115.723 orang (anggota).
Prof, Munirah Hasjim menyampaikan beberapa rencana inovasi yang akan dilakukan sebagai tahap awal. Di antaranya, dalam rangka Hari Buku Nasional, Perpustakaan Unhas akan mengadakan pekan literasi di mana di dalamnya ada pameran dan bazaar buku, tetapi dikemas semacam festival, supaya melibatkan semua komponen, mulai dari penulis, penerbit, penggiat literasi, hingga komunitas.
Prof. Munirah Hasjim menekankan pentingnya bersinergi dan berkolaborasi kalau ingin maju.
Semua komponen dan pemangku kepentingan terkait harus saling dukung untuk terus membudayakan kegemaran membaca.
“Kami punya tempat yang luas dengan sarana yang memadai, maka kami akan merangkul semua pemangku kepentingan demi memajukan Perpustakaan Unhas dan gerakan literasi kampus,” pungkas Prof. Munirah Hasjim. (*)












