NusantaraInsight, Makassar — “Selama ini, mungkin perpustakaan hanya dianggap sebagai tempat membaca buku, mendapat referensi, meminjam dan mengembalikan buku, juga sebagai tempat istirahat ketika mereka jeda dari aktivitas perkuliahan. Padahal, ada banyak yang sebenarnya dapat ditemukan di Perpustakaan Unhas ini,” demikian dikemukakan Prof. Dr. Hj. Munirah Hasjim, SS, M.Hum, Kepala Perpustakaan Unhas, di Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Kamis, 26 Februari 2026.
Prof. Munirah Hasjim, belum lama menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Unhas, untuk periode 2026-2030.
Wanita kelahiran Sungguminasa, Kabupaten Gowa, 10 Mei 1971, ini dilantik sebagai Kepala Perpustakaan Unhas, oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, pada 9 Februari 2026. Ia menggantikan Dr. Fierenziana G. Junus, M.Hum.
Diskusi seputar buku, perpustakaan, dan literasi dilakukan dengan Rusdin Tompo, seorang penulis dan penggiat literasi.
Prof. Munirah Hasjim ditemani Andi Milu Marguna, S.Sos, MM, selaku Ketua Divisi Pengembangan Pustakawan, Kerjasama, dan Pengelolaan Informasi, Andi Nasri Abduh, S.Sos, M.Hum, Humas Perpustakaan Unhas, dan Nurul Fitrihasari R.
“Kami sudah bikin branding Perpustakaan Unhas sebagai rumah para pencari ilmu. Artinya, kalaupun mungkin belum ada referensi yang tersedia secara fisik, bila ke perpustakaan kita bisa berjumpa dan berdiskusi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Sehingga bisa terjadi silaturahmi literasi,” papar Guru Besar Bidang Ilmu Lingusitik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas itu.
Prof. Munirah Hasjim punya komitmen membenahi Perpustakaan Unhas dengan menata Kembali ruang-ruang layanan dan memperbaiki fasilitas pendukung.
Visinya, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat layanan informasi, literasi, riset berbasis inovasi serta teknologi digital.
“Perpustakaan bisa memfasilitasi kegiatan diskusi, juga membantu pemustaka melakukan penelusuran fisik buku, termasuk buku digital, dan jurnal-jurnal internasional. Semuanya mudah diakses. Itu yang jadi alasan kami membuat branding, Perpustakaan Unhas sebagai rumah para pencari ilmu,” terangnya.
Kami akan merancang dan membuat agenda yang bisa dikolaborasikan dengan jejaring dan mitra.
Tujuannya untuk meningkatkan budaya literasi, menjadikan perpustakaan sebagai ruang untuk mengekplorasi pengetahuan dan informasi melalui bacaan, diskusi, maupun kegiatan-kegiatan kreatif lainnya.
“Alhamdulillah, Perpustakaan Unhas ini sudah Akreditasi A. Dari kualifikasi pelayanan, ketersediaan referensi, dan tata kelolanya sudah unggul.” tambahnya.












