Prof Aminuddin Salle Karaeng Patoto, Balla Barakkaka ri Galesong, dan Kepemimpinan Appaka Sulapak

Jurnalis yang juga aktivis itu merupakan penyusun buku Semesta Galesong, Senarai Catatan Warga (Pannyingkul, 2009).

Kisah-kisah itu diperkaya oleh bahasan dari Prof Mardi Adi Armin, penerjemah buku Sejarah Kerajaan Makassar, Description Historique du Royaume de Macacar karya Nicolas Gervaise, dan Mustamin Raga, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa, yang rutin membagi pemikiran-pemikirannya dalam bentuk esai dan puisi.

Pemegang Hak Cipta

Konsepsi filosofis Appaka Sulapak sudah dituangkan dalam buku Aminuddin Salle, Sang Pelestari Aksara (2023) yang ditulis oleh Abdul Jalil Mattewakkang, S.Pd, MH, MM dkk.

Prof Aminuddin Salle mengabadikan konsep Appaka Sulapak melalui tradisi dan literasi digital, dengan namanya sebagai pemegang hak cipta, yang tercatat di Kementerian Hukum dan HAM.

Dengan begitu, petuah-petuah leluhur ini bisa tetap dipelajari dan diakses, supaya jadi pedoman bagi generasi kita di masa-masa mendatang.

Saya menyempatkan diri berfoto di samping ukiran mirip podium yang menggambarkan Appaka Sulapak di BBrG. Saya merasakan visi seorang maha guru yang rendah hati.

BACA JUGA:  Karier Gemilang Dr. Syarifuddin, dari Guru TK hingga Direktur Pascasarjana Universitas Patompo

Walau jejaring dan lingkungan pergaulannya meluas di kalangan intelektual, cendekiawan, pemangku adat, dan keraton-keraton Nusantara, beliau tetap egaliter. Beliau meletakkan adat dan adab dalam praktik kesehariannya.

“Bangsawan itu orang yang memikirkan dan mengabdikan dirinya bagi bangsanya. Jadi siapa pun yang memikirkan nasib bangsanya, adalah juga seorang bangsawan,” tegas Prof Aminuddin Salle Karaeng Patoto. (*)