Lumbung Literasi: Ruang Belajar Alternatif

Adapun Program Penulisan Karya Sastra, bagi anggota FORMASI dan masyarakat lain yang memang fokus untuk menghasilkan sebuah karya, dilaksanakan pada hari Sabtu Sore di Berugak Baca Lumbung Literasi.

Dua kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tulisan (karya ilmiah) mahasiswa maupun calon penulis pemula dalam bidang sastra dan nonsastra.

Keempat, kelas SRAKAL: SASTRA LOKAL yaitu kelas yang diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja untuk mengenal kembali khazanah kekayaan budaya lokal.

Kelas SRAKAL: SASTRA LOKAL ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman anak-anak dan remaja tentang lokalitas yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain itu, kelas ini juga merupakan bentuk dukungan komunitas terhadap program pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berupa pelindungan bahasa dan sastra lokal.

Bentuk kegiatan ini berupa seminar sastra lokal (revitalisasi sastra lisan), konservasi cerita rakyat yang berkembang di Desa Karang Sidemen melalui metode transkripsi dan transliterasi (Timun Bongkok dan Sigar Penjalin), maupun pelatihan dan pendampingan penulisan aksara sasak (jejawan). Narasumber kelas ini berasal dari tokoh adat setempat dan ketua komunitas.

BACA JUGA:  Berdosa pada Imajinasi

Kelima, untuk menunjang sekaligus memantik animo peserta didik (pengunjung), pengelola biasanya menyelenggarakan beberapa lomba, mulai dari lomba mewarnai untuk jenjang PAUD/TK, naskah pidato jenjang SMP, maupun penulisan esai untuk jenjang SMA sederajat, serta kegiatan inovatif lainnya, seperti Kemah Literasi, senam pagi, dan permainan tradisional.

Kemah Literasi biasanya dilaksanakan bertepatan dengan perayaan hari besar nasional, seperti sumpah pemuda maupun kemerdekaan Republik Indonesia. Di samping itu, program yang secara kontinu dilaksanakan di Lumbung Literasi ialah kelas membaca Al-Qur’an. Bentuk kegiatan ini yaitu pendampingan untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Relawan Literasi

Sepanjang perjalanan selama enam tahun, Perpustakaan Lumbung Literasi mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi) berupa bantuan jaringan internet (VSAT: Very Small Aperture Terminal. Sistem ini terdiri dari antena parabola, pemancar, dan modem untuk menghubungkan ke jaringan)

Dengan adanya bantuan jaringan internet ini akan lebih mempermudah Lumbung Literasi menjalankan program-program yang ada. Dan tentu saja sangat diperlukan sebagai alat komunikasi berbasis internet bagi para anggotanya.

BACA JUGA:  Membaca Kisah Hidup Fiam Mustamin

Semantara dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Lumbung Literasi mendapatkan “Anjungan” Titik Baca.

Titik Baca Perpusnas adalah fasilitas layanan literasi yang menyebar luaskan akses buku dan bahan bacaan ke masyarakat. Berupa aplikasi dan kode QR yang menghubungkan pemustaka ke koleksi buku digital yang disediakan.

“VSAT dan Anjungan Titik Baca sungguh saling melengkapi. Hal ini menambah minat dan semangat para anggota untuk berlama-lama di Lumbung Literasi,” ucap Randa, pengkarya novel “Lalu (2020)”, dan kumpulan cerpen “Sebuah Jembatan dan Andang-Andang (2021)”.

Pada 2025, Randa terpilih sebagai Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI. Relima adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia melalui pemberdayaan dan pendampingan pengelolaan perpustakaan. Relima berperan sebagai jembatan antara Perpusnas dan masyarakat dalam meningkatkan budaya baca dan literasi.

“Perjalanan sebagai Relawan Literasi Masyarakat tempo hari–Senin, 4 Agustus 2025–mengantarkan saya untuk bersua dengan kawan-kawan pengelola perpustakaan desa, komunitas literasi maupun taman bacaan masyarakat dengan corak mereka yang multikultural,” katanya.