Aktor sebagai Representatif Teater Lho Indonesia

Proses ini juga menegaskan bahwa setiap aktor Teater Lho Indonesia adalah subjek yang otonom. Ia tidak dikendalikan oleh sutradara semata, melainkan ikut mencipta melalui tafsir dan tubuhnya sendiri. Di sinilah letak keunikan Teater Lho: kolaborasi antara teks, tubuh, dan kesadaran yang saling memberi ruang untuk tumbuh.

Aktor Sebagai Representatif Spirit Teater Lho

Menjadi aktor di Teater Lho Indonesia berarti mewakili sebuah cara pandang yang khas terhadap seni peran. Aktor tidak sekadar penyampai pesan atau penggerak cerita, melainkan penjelmaan dari filosofi “lho” itu sendiri — sadar, reflektif, dan terus bertanya.

Ia hidup di dalam teks, bukan di luarnya. Ia tidak sekadar menafsir, tetapi juga mencipta. Dalam dirinya, menyatu antara teknik, intuisi, dan kesadaran. Dari tubuhnya, lahir perenungan tentang manusia, masyarakat, dan kehidupan.

Melalui prinsip “mengalami” daripada “menghafal”, Teater Lho Indonesia telah melahirkan generasi aktor yang peka dan terbuka terhadap pengalaman. Mereka tumbuh sebagai seniman yang mampu menggugat dirinya sendiri, lingkungannya, bahkan realitas sosial di sekelilingnya.

BACA JUGA:  Saksikan Besok !!! Sinrilik Kappalak Tallumbatua Berlayar di SMKN 2 Gowa

Panggung bagi mereka bukan sekadar tempat bermain peran, tetapi ruang perjumpaan — antara tubuh dan makna, antara individu dan dunia.

Dengan demikian, benar adanya bahwa aktor adalah representatif Teater Lho Indonesia. Dalam tubuhnya menyatu teks, pengalaman, dan kesadaran. Melalui suaranya, penonton mendengar gema kehidupan yang tak pernah selesai ditafsir.

Dan melalui kehadirannya di panggung, teater menjadi cermin bagi manusia untuk terus memahami dirinya — dengan keheranan, dengan kesadaran, dengan kata “lho” yang selalu membuka kemungkinan baru.

#Akuair-Taman Budaya, 08 November 2025